spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kerap Hajar Banjir, Pjs Kades Tangua Ajukan Proposal, Camat Uram Jaya Sebut 2 Desa Tidak Ada Arsip ?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Suasana banjir di Desa Tangua, 14 Mei 2024 dan sepanjang tahun 2024 3 kali terjadi bencana banjir akibat luapan Sungai Ketahun dan Sungai Uram Jaya. Dok Beo.co.id/Lebong

LEBONG, BEO.CO.ID – Tak ingin dianggap berdiam Pjs Kades Tangua Yogin Sesuanto, S. Ap usulkan dua item, pasca bencana banjir yang menyelimuti wilayahnya, khusus desa Tangua, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.

“Usulan ini bukan bukan yang Sungai Ketahun, tapi meluap Sungai Uram Jaya usulan itu berupa bronjong kurang lebih 50 meter, proposal itu langsung disampaikan ke Bina Marga (red-PUPR Lebong,” terang Yogin berhasil disambangi awak media ini dikediamannya, Minggu (19/5) lalu.

Cover depan proposal desa Tangua (Dok/Pjs Kades Tangua)
Dok Foto Desa Tangua / titik masuk dalam proposal bronjong dan Jembatan

Lanjutnya, selain itu termasuk rehabilitasi jembatan dusun III telah dimasuki usulnya, tidak hanya dua item tersebut yang menjadi sasaran gambaran pada saat meluap Sungai Uram.

“Termasuk titik terendah diwilayah dekat kantor Kecamatan Uram Jaya lebih tempat pemakaman umum (TPU) ini berdasarkan informasi keterangan masyarakat,” ungkapnya.

Dirinya berharap terhadap proposal yang sudah disampaikan tersebut dapat direspon oleh pemerintah daerah dan menuaikan hasil penyelesaiannya didaerah langganan banjir.

“Kita berharap itu respon proposal diselesaikan dan dapat realisasikan tahun ini, contoh seperti jembatan sudah 2 kali Musrenbang Kecamatan ini telah diusulkan sampai kini belum ada menyelesaiannya.

BACA JUGA :  Prihatin Soal Jalan Talang Ratu, Mahasiswa Lebong Demo Hingga Disambut Bupati

Sementara itu, cukup berbeda respon dan tanggapan Camat Uram Jaya, Marhama SH. M.Ap menyampaikan bahwa proposal disampaikan dinas PUPR itu bukan proposal pasca bencana.

“Itu bukan pasca bencana, sepintas saya membaca rehab jembatan dan bronjong kalau tidak salah, karena aku tidak pegang arsip,” kata Marhama menjawab pertanyaan wartawan tidak menjelaskan secara konkrit terkait proposal tersebut secara panjang lebar, Senin (20/5).

Disinggung untuk wilayah Lemeu, dirinya menjawab tidak ada arsip atau bentuk koordinasi serta bentuk usulan, baik tentang proposal tidak ada, hanya data yang terdampak banjir (permukiman warga).

“Sama Pangkalan juga sampai saat ini tidak ada, mungkin apakah 2 desa tersebut telah sampai proposal pasca bencana ke OPD terkait atau disampaikan langsung saya tidak tahu,” sampainya. (SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org