spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kerinci Dikepung Banjir Dan Longsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Laporan: Marhaen/ Reka Kopral

(Catatan Dewan Rakyat Jalanan).

Hujan yang turun tiga hari terakhir, dari 30 Desember 2023 Sabtu, Minggu, (31/12/2023 dan Senin 1 Januari 2024 hampir rata ditanah air kita ini, tapi lain halnya di Kabupaten Kerinci Jambi, dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa, sejumlah link jalan kabupaten, propinsi dan nasional terputus, longsor (ambruk) dimana-mana, dan sangat mengerikan.

Tim Catatan Dewan Rakyat Jalanan, dari BEO.co.id, dua dari lima Wartawan kami melaporkan kondisi riil dilapangan, terkini di Kelurahan Siulak Deras, Desa Siulak Deras Mudik, Desa Ujung Ladang, Lubuk Nagodang-Siulak Deras Kerinci, terdapat puluhan titik sudah longsor.

Demikian juga link Siulak Deras-Sungai Betung (kanan) dan Tanjung Genting-Sungai Gelampeh kiri, sejumlah titik sudah longsor tertimbun ribuan meter kubik tanah antara lain, Padang Lian Jalan kabupaten Longsor, Lubuk Pandak Bukit Ambruk menutup jalan kabupaten sepanjang 50 meter dari ketinggian 150 meter.

Dari pagi tada, 1 Januari 2024 telah dikerjakan oleh petugas dariDinas PUPR Kerinci, atas perintah Yuldi Herman Wakil Ketua DPRD bersama Kepala Dinas PUPR Maya Novebri handayani, sampai sore Senin masih bekerja. Ironi, setelah dibuang longsor dan longsor lagi dan kondisi tanahnya sudah sangat longgar (labil).

Kondisi semakin parah juga terjadi di Lubuk Nagodang Kecamatan Siulak, tepatnya dekat Cam H Andi Yusuf, dengan kemiringan tanah (bukit) disekitarnya hampir tegak hurus, disana juga ada bekas galian C (Batuan) yang sangat rentan longsor.

Tim Catatan Dewan Rkyat Jalanan, Marhen dan Reka Kopral (Recardo), tiga hari terakhir turun langsung full kelokasi banjir dan longsor. Longsor juga terjadi dirumah Dinas Bupati Kerinci di Bukit Sungai Langit, Siulak.

Di Siulak Deras naiknya gelombang air besar, yang bersumber dari berbagai anak sungai antara lain Sungai Cumbadak Tambang Pasir milik anggota DPRD Kerinci Arwiyanto, dan Sungai Tuak, milik Pak Torik, kedua sungai ini mengalirkan lumpur dan banjir ke sungai Batang Meraoo dari Gunung Bungkuk di hulu (mudik) Desa Sungai Gelampeh, kini kondisi pada titik tertentu sudah porak poranda.

Kondisi lainnya juga terjadi dijalan Suko Pangkat Sungai Betung, jalannya banyak yang hancur. 31/ 12-2023, PUSKESMAS Desa Simpang Tutup, halamannya mbalas 15 meter, memerlukan penangan segera guna menyelamatkan Gedung Puskesmas yang masih berdiri aman. Jika hujan terus berlanjut turun di khawatirkan gedungnya, bisa tergerus air dan roboh, kata warga setempat.

Dan jalan Kabupaten dari link Siulak Deras Sungai Betung jalur kanan lebih kurang 17 KM, di Lubuk Pandak sudah longsor berat (parah), kini tengah dikerjakan pembuangan tanahnya, (1/ 12/ 2024) Senin, sampai sorenya belum selesai.

Lalu jalan di Ujung Ladang, setelah longsor 30/ 12/ 2023 malam yang memporak porandakan Tiang Listrik, Lampu mati dan jalan tertutup, sudah diperbaiki Minggu, (31/ 12/ 2023) baca berita sebelumnya.

Infromasi yang disampaikan masyarakat pada Wartawan media ini, yang belum sempat di chek kebenarannya secara indepneden, Jalan di renah Pemetik, Pungut ke Desa Sungai Kuning dan sekitarnya banyak yang turbis.

Dan diSiulak Desa Koto Lebuh Tinggidan sekitarnya adanya ancaman longsor karena kondisi hujan dan tanahnya sudah banyak yang longgar, kata warga setempat Sandra Boy Chaniago, kepada redaksi Tim Catatan Dewan Rkyat Jalanan, (1/ 1/ 2024) Senin, pkl 21: 30 WIB mala mini.

Dan termasuk jalan di rumdis Bupati Kerinci di Bukit Sungai Langit, tambah Sandra. Dan ancaman yang sangat di khawatirkan lanjut Sandra, pusat pemerintahan Kerinci di Bukit Tengah, yang berada dipunggung bukit, jika terjadi hujan terus menerus, dikhawatirkan Bukit Tengah akan longsor.

Selain hujan deras beberapa hari terakhir, Bukit Tengah berada pada keiringan bisa mencapai 60 derajat, dan jalan jalur duanya bagi kiri sudah ambruk (longsor) berat satu minggu lampau, jelasnya. Baca berita BEO.co.id, tentang jalan jalur dua kiri yang longsor itu, telah menutup akses ke jalan kantor baru DPRD Kerinci yang sedang dibangun saat ini.

Dari data dan keterangan yang dihimpun tim gabungan Catatan Dewan Rkyat Jalananan dan redaksi BEO.co.id, Jalan dari Siulak Deras Sungai Betung (jalur kanan) dan kiri ke Sungai Gelampeh, melewati Tanjung Genting, dan keluar di Sungai Pegeh Siulak, sudah hancur sebagian.

Didataran rendah perkebunan rakyat (Ladang) direnah Ujo (dataran luas), sebagian besar daerah payo-payo sudah membentuk danau-danaukecil, dan juga bisa berdampak banjir ke Batang Meraoo atau sungai induk ( daerah pembuangan ).

Dan rata-rata jalan Kabupaten Link ke Sungai Gelampeh dari Siulak lebih kurang 13 km dank e Sungai Betung 17 km rata-rata hancur dan berlobang-lobang, apa lagi satu minggu terakhir ini sudah turun hujan deras, kondisinya semakin rawan,tikungan dan tebing-tebing, terancam longsor berat, selain longsor yang sudah ada.

Pejabat Bupati (PJ) Bupati Kerinci, Asraf SPt.MSi, sejauh ini belum berhsil diminta keterangan resminya, apa langkah kedepan yang akan diambil, saat dihubungi di Bukit Sungai Langit (rumdis Bupati), tidak satu pun yang bisa menjelaskan keberadaan Pj Bupati Kerinci itu. (***)

Penulis/ Editor : Gafar Uyub Depati Intan.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org