spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Masyarakat Sungai Ning Dari janji Kebun Jeruk, Yang Dibangun Pembuangan Sampah

SUNGAIPENUH, BEO.CO.ID -Sejumlah warga Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh tengah disuguhkan pembangunan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah, akan ditimbunkan di Hulu Sungai diwilayah desa tersebut.

Sedangkan janji Ahmadi Zubir-Alvia Santoni, saat kampanye tempo hari wilayah desa Sungai Ning, akan dihijaukan dengan tanaman Jeruk produktif, menghasilkan bagi sumber kehidupan masyarakat setempat, sekaligus menjadikan Desa Sungai Ning, berbasis wisata.

Setelah satu tahun dilantik dan menjalankan tugas pemerintahan kota, Ahmadi Zubir, justru membangun TPA Sampah, yang ditolak warga setempat. Desa yang secara mayoritas asal Jawa itu, tak dapat berbuat banyak, dibawah tekanan yang keras akhirnya mereka menyerah, suka tidak suka harus menerima pembangunan TPA Sampah, kendati mengancam sumber bersih warga sehari-harinya.

Pada tahun 2022 ini atau satu tahun Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh dilantik, bukannya kebun jeruk yang datang, malah yang didatangkan pembuangan sampah Kota Sungai Penuh, yang produksinya diperkirakan 20 taon/ hari.

“Waktu sosialisasi pak Ahmadi di Sungai Ning dahulu kita mendengar langsung, beliau akan membuat Sungai Ning menjadi kebun Jeruk dan daerah agro wisata,” ujar warga kepada warga lainnya saat bincang-bincang diwarung kopi dan kemudian dianggukkan warga lainnya.

“Sekarang bukan kebun jeruk yang datang, malah yang datang tempat pembuangan sampah. Sejumlah warga juga mendengar adanya rumor (desas-desus), jika warga Sungai Ning tetap menolak Desa Mereka, dibangun TPA Sampah, maka mereka tidak akan mendapat pembangunan kedepannya?.

Warga takut menolaknya, karena ancaman terhadap pembangunan desa mereka, tidak akan mendapat pembangunan lagi, mereka takut dengan ancaman itu.

BACA JUGA :  Usai Lebaran, Sampah Menumpuk Di Pasar Terminal

Munculnya keluhan serius masyarakat Sungai Ning, setelah Badan Permusyawaratan Desa (BPD), rapat dikantor Camat Sungao Bungkal dan malam harinya rapat di masjid, karena tidak kuat menahan tekanan akhirnya mereka pasrah.

BACA JUGA :  Pembuangan Sampah Liar, Harus Ada Solusinya…Sungai Penuh Jadi Kota Sampah?

Sama kita ketahui Pemkot Sungai Penuh, tengah meradang kesulitan tempat pembuangan sampah, ditolak masyarakat Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, ditolak di Tanjung Bungo, Kecamatan Tanah Kampung, ditolak di km 14 wilayah ulayat Adat empat Desa Belui Kecamatan Depati Tujuh dan ditolak masyarakat Desa Sungai Ning, sendiri.

Namun belakangan, melalui rapat BPD dan masyarakat, yang terkesan sepihak itu, Sungai Ning terpaksa pasrah menerima pembaungan sampah dihulu Sungai daerah kemiringan, agak terjal. Otomatis limbah sampah,(airnya) mencari tempat yang rendah, itu hukum alam.

Berharap Pak Wali Penuhi Janji: masyarakat Sungai Ning, berharap janji membangun ekonomi desa mereka yang dijanjikan Ahmadi Zubir, lewat kebun Jeruk agar bisa dipenuhi, dan menjadikan desa mereka ‘’agro wisata’’ guna menyambung hidup kedepannya.

Bukan batas menampung sampah, Kota Sungai Penuh. Sebagai warga Negara (Kota) kami berhak mendapat perlakuan pembangunan yang sama dengan desa-desa lainnya, sesuai potensi desa kami kata warga, kepada awak media. (***/ Sumber Gegeronline).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Get in Touch

Related Articles

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,432PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan

Latest Posts