Pemimpin Pembohong atau Pendusta Jangan Diikuti, Akibat Ambisi Kepemimpinan

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Ilustrasi/net

Oleh Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy al-Bantani, S.Pd, M.MPd, M.Pd.

BEO.CO.ID – Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu menegaskan:

“ما حرص رجل كل الحرص على الإمارة فعدل فيها.”

“Tidaklah (akan bisa) seseorang yang sangat berambisi terhadap kepemimpinan untuk bersikap adil (dalam mengemban amanahnya).” (Ibnu Abi Syaibah 32548).

Siapapun juga apalagi pemimpin tidak boleh berdusta atau berbohong. Karena dusta itu sumber keburukan dan pangkal kejahatan. Nabi mengatakan, hendaknya kalian menjadi orang yang jujur dan benar karena kejujuran akan melahirkan kebaikan, dan jauhilah dusta karena berdusta akan menunjukan pada kejahatan,” ujar KH. Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, M.Sc mengutip.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan, jika seorang pemimpin berlaku jujur maka ia akan menjadi pemimpin yang baik, produktif dan dapat dipercaya. “Akan tetapi kalau ada pemimpin dusta itu harus dikoreksi dengan amar makruf nahi munkar sebagai tanda sayang kita terhadap pemimpin itu, kita tidak boleh membiarkan mereka dalam kedustaan,” ujar Kiai Didin.

Ia menjelaskan, kejahatan itu sumbernya adalah dusta. “Kalau orang berani berdusta apalagi pemimpin berdusta dalam kebijakan publik atau kepentingan masyarakat maka ia akan menjadi orang sengsara dalam kehidupan dan tidak akan sukses dalam kepemimpinannya,” jelas Kiai Didin.

Dengan demikian, kata Kiai Didin, pemimpin dusta seperti itu tidak boleh diikuti, karena tidak boleh ada ketaatan kepada mahkluk dalam kerangka kemaksiatan kepada Alloh Tabarokta wa Ta’ala.

“Mudah-mudahan kita berharap semua pemimpin menjadi pemimpin yang jujur dan amanah serta tidak berdusta, apapun alasannya dusta itu perbuatan jahat yang tidak boleh dilakukan, apalagi yang berkaitan dengan keadilan hukum dan lainnya,” tandas Ketua Umum Badan Koordinasi Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) itu.

Haram Surga Bagi para Pemimpin PENDUSTA dan para Pendukungnya

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Alloh pada hari kiamat dan Dia tidak akan mensucikan mereka Abu Muawiyah berkata, “Dan Tidak akan dilihat oleh Alloh. Dan bagi mereka adzab yang pedih, yaitu orang tua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong. (HR. Muslim).

Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Alloh pada hari kiamat dan Dia tidak akan mensucikan mereka: orang tua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong. Ini hadits shahih, dikeluarkan oleh Muslim dari Abi Bakrah bin Syaibah, dari Wakia dan Abi Muâwiyah. Dan tambahan dalam riwayat Abi Muâawiyah: Dan Tidak akan dilihat oleh Alloh. Dan bagi mereka adzab yang pedih.” (Syarhus Sunnah oleh Al-Baghawi 13/168).

Hadits Berkaitan tentang para Pemimpin yang Bohong

Nabi Muhammad Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “ Akan ada setelah (wafat)ku (nanti) umaro, para amir/pemimpin (yang bohong). Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan membantu/mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak (punya bagian untuk) mendatangi telaga (di hari kiamat).

Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (umaro bohong) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telaga (di hari kiamat). (Hadits Shahih riwayat Ahmad dan An-Nasaai dalam kitab Al-Imaroh).

Semoga Kita dijauhkan dari Para Pemimpin/Ulil Amri Pendusta/Pembohong Tersebut, Aamiin Allohumma Amiin Ya Rabbal Alamien. Semoga bermanfaat, Barokallohu fiikum. Hasbunalloh Wani’mal Wakil Ni’mal Maula Wani’man Nasir

Bekasi Jawa Barat, Ba’da Sholat Jum’at, 20 Zulhijjah 1442 H,

Alfaqir Ilalloh Azza wa Jalla,

*) penulis Seorang Hamba Yang Mengharap Ridho RabbNya (Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Praktisi dan Pengamat PAUDNI/Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal, Aktivis Pendidikan dan Kemanusiaan, Domisili Saat ini di Bekasi Kota dan Kabupaten Bekasi-Babelan City, Jawa Barat)

sumber: retizen.republika.co.id/Politik | Friday, 30 Jul 2021, 13:48 WIB di WAGroup UMKMANIES DPW

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org