spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ribuan Warga Kerinci, Menderita Lewati 100M Jalan Terendam?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KERINCI, BEO.CO.ID Ribuan warga Kerinci, khususnya Kecamatan Kayu Aro, Desa Koto Tuo-Desa Sungai Dalam dan sekitarnya, Kabupaten Kerinci, Jambi, sudah puluhan hari menderita melewati jalan yang menghubungkan desa bertetangga itu, sejak 11 Juli 2023 lalu sampai berita ini diturunkan masih menikmati genangan air dan kerusakan jalan +- 100m, tanpa tanda akan adanya perbaikan, (dibiarkan) oleh Dinas PUPR Kerinci dan Dewan Kerinci dari daerah pemilihan (Dapil) II Kayu Kerinci.

Hasil investigasi Jurnalist BEO.co.id, Jum,at 21 Juli 2023 kedalaman genangan air lebih kurang 80 Cm, warga kesulitan menempuhnya, dan sampai saat ini, tidak seorangpun anggota DPRD Kerinci dari Dapil II, Kayu Aro, Kayu Aro Barat dan Gunung Tujuh yang bersimpati meninjau dan memperjuangkan jalan tersebut.

Mereka mendatangi masyarakat saat kampanye balon Legislatif, itulah bagian cara oknum dewan Kerinci, katanya wakil dan berjuang untuk rakyat, buktinya nol persen. Mereka bersama Dinas PUPR Kerinci, tak lebih sebagai penonton?. Kata ‘’Pak An,” salah satu warga yang bertemu langsung Wartawan media ini dilokasi jalan yang terendam itu.

‘’Pak An’’ mengatakan sangat kecewa dengan dewan asal Dapil II Kayu Kerinci ini ujarnya.

Menurut Pak AN, jalan selain terendam 80 Cm, kondisi aslinya juga lobang yang begitu dalam di lewati , pada hari Jum’at jam 11.00, wib dan banyak masyarakat yang jatuh, karna susah melewati banjir tersebut.

Hal senada juga disampaikan Pak Amrizal, 58 tahun warga Sungai Dalam menyampaikan langsung dengan wartawan Beo, warga minta agar jalan tersebut bisa di perbaiki, dan pak Amrizal minta tolong di sampaikan pesan warga (Desa Koto Tuo & Desa Sungai Dalam   kepada DPRD (Bapak Dewan perwakilan Rakyat), Kabupaten Kerinci,segera memperbaiki jalan kami ini, karna jalan kami sudah tidak  layak lagi untuk di lewati oleh masyarakat.

Dan, Amrizal  juga minta kepada dinas PUPR Kerinci, segera segera ambil tindakan, untuk memperbaiki jalan tersebut, karna masyarakat sudah resah.

Kejadian tersebut sudah ampir 10 Hari masyarakat menderita, Tidak ada yang perihatin terhadap jalan kami, di genangan air 80cm, di Desa Kota Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

Masyarkat juga minta Ketua DPRD Kerinci, (Edminuddin) dan dinas PUPR Kabupaten Kerinci, agar segera Turun ke tempat kejadian tersebut, jangan sampai sudah ada korban jiwa, baru turun kejalan tersebut.

Dari data dan keterangan dikumpulkan dari masyarakat setempat- sekitarnya dan secara fisik dilapangan terjadinya genangan air saat hujan turun, pertama lokasi jalan posisinya rendah. Kedua Siring kiri dan kanan jalan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketiga tidak satupun adanya gorong-gorong yang memadai untuk pembuangan air.

Perbaikan yang terjadi selama ini, kata warga setempat jalan yang berlobang-lobang hanya batas disirim dengan pasir dan dipadatkan secara darurat, jalannya tidak ditinggikan.

Solusi (Jalan keluarnya), pertama Jalan sepanjang 100 meter itu harus ditinggikan, kedua Siring kiri dan kanan jalan harus benar-benar berfungsi sebagai penampung air dan tidak langsung masuk kebadan jalan, ketiga harus dipasang Gorong-gorong yang standar mampu menampung debiet air kepembuangannya. Dan solusi ke empat harus adanya Penyulingan yang benar, guna meringankan beban kelembaban, memudahkan kehancuran badan jalan, akibat air.

Secara umum SDM (Sumber Daya Manusia) Bidang Jalan (Bina Marga) Dinas PUPR Kerinci, setingkat pengawas, harus tahu dan mengerti tentang Konstruksi yang harus digunakan sesuai topografi daerah (lokasi), Kadar tanah disuatu daerah (link jalan), kadar endapan air, dan solusi yang harus diambil?.

Tidak hanya asal ditimbun, ketika terjadi kerusakkan jalan dan banjir, harus dirancang secara benar dan dihitung secara matang terlebih dahulu jumlah volume, baru dikerjakan.

Hancurnya sejumlah link jalan Kabupaten Kerinci selama ini diduga keras tanpa perencanaan yang matang, dan disinyalir tingginya permainan kotor, maka umur rencana bangunan banyak sekali yang pendek, tidak sesuai dengan kontrak kerja yang disepakati, antara kontraktor dan dinas, (pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya), sudah waktunya Dinas PUPR Kerinci dan DPRD berbenah diri, agar kualitas lebih baik.

Selain dugaan perencanaan kurang matang, juga terjadi pelaksanaan perawatan (pemeliharaannya), tidak berjalan sebagaimana mestinya, sedangkan setiap dana pemeliharaan diajukan ke dewan Kerinci dan disahkan dalam APBD Kerinci setiap tahun anggaran.

Banyaknya ditemukan link jalan Kabupaten Kerinci, jadi hutan dan semak belukar, berarti Bidang Bina Marga, tidak maksimal melakukan pemelihraan ironinya dana rutin terus dicairkan setiap tahunnya, dengan nilai miliyaran rupiah ?. (BEO.co.id / ***/ Red).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org