spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sttt…!!! Ada Caleg “Kecipratan” Bantuan Rumah BSRS Dari Dinas Perkim

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

LEBONG, BEO.CO.ID – Sebanyak 93 unit bantuan rumah layak huni atau Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) tahun 2023 telah disalurkan pemerintah kabupaten Lebong ke penerima manfaat.  Bahkan untuk itu, pemerintah mengalokasikan Rp. 4,1 miliar yang bersumber dari APBD Lebong.

Bantuan rumah layak huni tersebut, sejatinya  diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.  Namun uniknya, program bantuan rumah layak huni tersebut dikabarkan juga menyasar ke oknum Calon Legislatif (Caleg)  yang ikut bertarung pada pemilihan anggota DPRD Februari mendatang.

Kabar tersebut turut dibenarkan sumber beo.co.id, menurutnya dari 93 penerima manfaat program BSRS terdapat penerima manfaat yang diketahui merupakan Caleg yang ikut bertarung di ajang pemilihan anggota DPRD tahun 2024 ini.

“Iya, memang ada penerima manfaat yang kabarnya ikut Nyaleg pada ajang pemilihan anggota DPRD mendatang,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (8/1/2024).

Dikatakan sumber, data penerima manfaat BSRS tersebut sepenuhnya dikelola oleh dinas Perkim. Mulai dari usulan  hingga ke penetapan penerima manfaat ditentukan oleh dinas tersebut.

BACA JUGA :  Azhari Terus Bergerak, Sambangi Tokoh Masyarakat Topos

“Kalau untuk data penerima, setahu kami dinas Perkim yang menentukan. Keputusan penetapan penerima manfaat bisa dikatakan sepenuhnya ditentukan oleh mereka,” kata sumber.

Kendati program BSRS tersebut didampingi Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), namun tim ini hanya bertugas menyeleksi/memverifikasi calon penerima bantuan.

“Tugas tim fasilitator, yang kami ketahui hanya melakukan seleksi calon penerima. Tapi untuk menetapkan penerima manfaat, itu adalah dinas Perkim. Selain itu, tim fasilitator ini juga bertugas melakukan survei ke toko – toko penyedia material untuk pembangunan rumah layak huni tersebut,” ucap sumber

Untuk survei toko sendiri, diakui sumber, sedikitnya tim fasilitator ini melakukan survei di tiga toko yang berbeda. Disamping melakukan survei harga toko, tim ini juga melakukan survei ke toko – toko yang terdekat.

“Untuk survei, yang diutamakan adalah toko – toko peyedia material dengan jarak yang terdekat.  Kemudian,  untuk harga material,  fasilitator tentu memberi rekom ke toko dengan harga jual material yang jauh lebih rendah,” ungkap Sumber.

Namun sayannya, hingga informasi ini diturunkan, kepala dinas Perkim Hartoni dan Kabid Kawasan Pemukiman Guntur Saputra belum berhasil dikonfirmasi karena sedang tidak berada ditempat dan hingga saat ini masih dalam upaya untuk dimintai tanggapannya. ( Zee )

BACA JUGA :  Prihatin Soal Jalan Talang Ratu, Mahasiswa Lebong Demo Hingga Disambut Bupati
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org