spot_imgspot_img

Taman Wisata Ayla Berani Buka, Ber-pedoman Tempat Wisata Dikelola Pemda Kerinci

Laporan: Marhaen, Liputan Bengkulu-Jambi

Maaf, jika boleh disebut bak meminjam istilah “bila guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari” secara tak langsung ini dicontoh para muridnya. Taman Wisata “AYLA”  di Jalur Dua Kecamatan Siulak, Bukit Tengah, Ibu Kota Kabupaten Kerinci, Prov. Jambi, 16 Mei 2021 lalu dibuka oleh pengelolanya, ada beberapa alasan dibukanya taman Wisata Ayla itu.
Menurut orang kepercayaan pengelola Taman Wisata Ayla Bukit Tengah itu, yang kebetulan ber-profesi sebagai “Wartawan” inisial “HN” 38tahun, dihubungi Jurnalist Bidik07ElangOposisi (Beo.co.id), via sambungan Hanphone Cellullarnya/ WA, menjelaskan dibukanya taman Wisata Ayla, 16 Mei lalu pertama berpedoman pada taman-taman Wisata yang dikelola Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kerinci, seperti taman Wisata Danau Kerinci, Kecamatan Keliling Danau, Roma Vico, Kecamatan Kayu Aro, dan GAO (Air Panas Semurup) Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci.
Ketiga taman wisata itu dibuka dan dikunjungi masyarakat sebagai taman wisata hiburan. Itu, maka taman wisata Ayla, berani dibuka. Dan alasan kedua desakkan dari masyarakat pengunjung, bukan semata mencari duit-dan duit. Milik pemerintah daerah yang dikelola Dinas Pariwisata Kerinci saja dibuka, jelas HN, dalam keterangan “WA” Nya pada media online beo.co.id dan tim Gegeronline.co.id.
Inilah dasar berani dibuka nya taman wisata Ayla dari 16/05/21 lalu. HN, dengan terbuka menjelaskan. HN dalam keterangannya itu mengatakan taman wisata Ayla Bukit Tengah berani buka ditengah Pandemi covid19 karena berpedoman dengan taman taman wisata yang di kelola oleh Dinas Pariwisata Kerinci seperti wisata Danau Kerinci,  Aroma Vico, Air Panas Semurup (Gao).
Dilanjutkan HN lewat via hp/(wa) nya menjelaskan,  “kami tahu bahwa adanya surat instruksi edaran Pejabat (Pj) Gubernur Jambi Nomor: 005/1069/SE/SETDA PPR KM 1.2/V 2021 belum ada pencabutannya edaran tersebut.
Kita tidak bermaksud mengabaikan Instruksi Pj Gubernur Jambi itu, dan membela taman Wisata Ayla, tidak sama sekali.
Dari keterangan dan data dihimpun Jurnalist Beo.Co.Id, ditengah gencarnya memerangi wabah Covid19 yang melanda kita semua, dan menjadi pr (pekerjaan rumah) terbesar pemerintahan Jokowi hingga kejajaran yang paling bawah untuk memutus mata rantai penyebaran virus/ Covid19 mematikan yang disebut corona itu.
Hingga PJ Gubernur Jambi mengeluarkan instruksi surat edaran penutupan taman wisata melalui Satuan Tugas (Satgas) covid 19 Prov Jambi, intinya wilayah Kerinci masuk “Zona Oranye” menuju merah.
Namun hal itu tidak di indahkan oleh pemilik/pengelola usaha taman wisata Ayla Bukit Tengah Kecamatan Siulak Kerinci, karena taman-taman wisata yang dikelola Dinas Pariwisata Kerinci, justru dibuka, dan diduga tidak menunjukkan eksistensi (tanggungjawab) terhadap pelarangan yang dikeluarkan PJ Gubernur Jambi tersebut. Nah….ini salah siapa?
Tentu masyarakat sangat mencontoh pada taman-taman wisata lainnya.
‎Taman wisata Ayla Bukit Tengah, yang berlokasi di jalur dua, juga strategis bagi pengunjung/ wisatawan lokal khusus untuk liburan hari Raya. Maka Ayla, dibuka mulai H + 3, tak heran menimbulkan kerumunan massa yang datang kesana.
Mereka ada yang mentaati Prokes (protocol Kesehatan) memakai Masker, mencuci tangan, menjaga jarak (kerumunan), dan ada yang tidak sama sekali.
Padahal pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Sat-Poll PP) Satuan Tugas (Satgas) Covid19 telah mencoba membubarkan pengunjung yang datang namun pada hari raya ke tiga ini taman Ayla Bukit Tengah tetap dibuka sampai (20/5/21) secara terang-terangan kegiatan hiburan tetap berjalan, dan mengabaikan instruksi edaran Pj gubernur Jambi no 005/1069/SE/SETDA PPR KM 1.2/V 2021, karena contoh yang kurang baik terjadi pada taman-taman wisata lainnya.
‎Terabaikannya instruksi edaran pj gubernur Jambi seakan-akan pemerintah tutup mata tidak memberikan sanksi bagi pengusaha pengelola wisata yang telah melanggar intruksi tersbut.
Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, dibawah kepemimpinan Bupati Kerinci, DR H Adirozal, MSi padahal Adirozal selaku Bupati telah mencanangkan pencegahan penyebaran Virus “mematikan itu” Covid19 hal itu terbukti dari tulisan, dengan sejumlah Slogan poster (iklan, red) yang terpasang di dinas-dinas dan daerah daerah strategis untuk memberikan peringatan kepda masyarakat mematuhi protokoler kesehatan hal itu hanya sebatas tinggal pesan dan tulisan saja.
Dibukanya taman wisata Ayla di bukit tengah 16/05/21 lalu menjadi sorotan media online dan cetak yang ada di Kerinci seperti ditulis JORNAL REFORMASI mengkritisi tentang pelanggaran protokoler kesehatan (prokes) dengan judul berita “TAMAN WISATA AYLA BUKIT TENGAH ABAIKAN SURAT PJ GUBERNUR DAN PROTOKOLER KESEHATAN” EDISI(16/05/21).
Ini adalah catatan bahwa pemerintah Kabupaten Kerinci melalui dinas terkait diduga “setengah hati memerangi wabah covid 19” yang dikatakan virus mematikan itu, belum maksimal berjalan dengan baik. Disinilah peran Bupati/ Kepala Daerah Kerinci, seharusnya konsisten menerapkan aturan, prokes dan uu yang berlaku.
Satuan Polisi Pamong Praja (Sat-Pol PP) Pemda Kabupaten Kerinci, telah berusaha namun “gagal” tidak seimbangnya jumlah pengunjung dengan Sat-Pol PP, ini memerlukan dukungan dari semua pihak, sudah seharusnya Bupati Kerinci DR H Adirozal, MSi, memahami dan konsisten menarapkan aturan berlaku.
Satpol-PP, memang bertugas melaksanakan/ penerapan Peraturan Daerah dan aturan berlaku lainnya, namun tidak akan mampu jika dikerjakan hanya oleh Satpol – PP tanpa dukungan maksimal dari Pemda Kerinci.
Dukungan dimaksud antara lain; sarana dan prasarana, jumlah personil  dan dana operasional yang cukup. Jika perlu didukung oleh dinas dan instansi lainnya. Bila perlu melibatkan tokoh-tokoh masyarakat setempat dan masyarakat adat, demi kepentingan penyelamatan kita bersama dari ancaman Virus Corona/ Covid19 yang mematikan itu.
Kesadaran pengamanan dan penyebaran Covid19 tersebut tidak bisa semata-mata menghandalkan kekuatan Satpol PP seharusnya melibatkan semua pihak.
Dan masyarakat Kerinci, harus membangun kesadaran bersama, demi keselamatan bersama, apa lagi Kabupaten Kerinci terancam dengan “Zona Merah” yang membahayakan itu.
Maka penerapan 4 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumanan harus diterapkan secara konsisten sesuai arahan pemerintah pusat, untuk keselamatan kita semua.
Dan kepada kepala keluarga (KK), para orang tua harus menerapkan prokes mulai dari dalam rumah kepada anak-anak mereka. Apa lagi anak-anak, dunianya “dunia bebas” dan belum mengetahui secara pasti dampak Virus mematikan itu.
Jalan keluarnya, mari kita menjaga keselamatan bersama dengan mematuhi protokoler kesehatan (Prokes) yang telah dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, demi keselamatan bersama. Kita berharap Virus Corona-Covid19, segera berlalu sehingga cepat memulihkan rasa trauma masyarakat.
Dan kita berharap segera pulihnya ekonomi masyarakat, dan kita bisa hidup berdampingan tanpa rasa takut. Sampai sejauh ini belum diperoleh keterangan dari Bupati Kerinci DR H Adirozal, MSi, kenapa pelarangan terhadap taman-taman Wisata, apa lagi sudah ada Instruksi Pj Gubernur Jambi itu tidak berjalan sebagaimana mestinya? Ini semua tergantung kebijakkan Bupati Kerinci, bagaimana seharusnya menjaga kepentingan bersama. (***).

Laporan             : Tim Beo.co.id/ Gegeronline.co.id

Ditulis/ Editor     : Gafar Uyub Depati Intan

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,940PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts