spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

AKIBAT HUJAN : JALAN LUBUK PANDAK LONGSOR KEMBALI, SATU PUSKESMAS NYARIS AMBRUK, 11 DESA DIMUDIK LUMPUH TOTAL

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Laporan: Mhd Marhaen Wartawan BEO.co.id

Hujan mengguyur 11 Desa DiMudik Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci Jambi, 30 s/d 31 Desember 2023 menjelang tahun baru 2024 sejumlah titik pada Link Jalan Siulak Deras-Sungai Batu Gantih, Simpang Tutup sampai ke Sungai Betung, Air Betung dan Sungai Betung Mudik lumpuh total, dua titik Longsor total, kegiatan ekonomi masyarakat lumpuh.

Wartawan BEO.CO.ID, yang langsung kelokasi, Pagi (31/12/2023) Minggu, badan jalan antara Kelurahan Siulak Deras-Sungai Batu Gantih Kerinci Longsor diwilayah Desa Siulak Tenang, tepatnya di Lubuk Pandak sepanjang lebih kurang 50 meter.

Dari kemiringan tanah yang longsor hampir kemiringan 80 derejat (posisi tegak), dengan panjang dari ketinggian sekitar 150 meter, sehingga akses masyarakat antar desa sementara ini mati (lumpuh) total.

Untuk mengatasi sementara masyarakat setempat bergotong royong membuka link yang tertutup itu secara manual, menggunakan Cangkul, Parang dan alat seadanya dari pkl 06; 30 WIB Minggu pagi. Baru bisa lewat hanya kendaraan roda dua, (motor) dan pejalan kaki. Itupun harus berhati-hati?

Dan dihilir dari Lubuk Pandak, juga terjadi Longsor kecil, tepatnya diPadang Lian (Durian). Dan kondisi yang sangat parah terjadi di Lubuk Pandak, panjang 50 meter, menutup total badan jalan. Dan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi longsor susulan karena medannya yang agak terjal, bisa mencapai kemiringan 60 derajat.

Hasan Basri, tokoh masyarakat Desa Sungai Batu Gantih, kepada Wartawan BEO.co.id menjelaskan rawannya kondisi jalan Kabupaten Kerinci yang melewati antar desa karena medannya yang terjal, perlu didata secara riil oleh dinas terkait.

Dan untuk kedepannya apa yang harus dilakukan, hanya menunggu longsor, lalu mengatasi dan minta anggaran darurat dari pendataan yang benar, tegas Hasan Basri apa yang harus dilakukan harus dijawab, guna memperkecil tingkat kelongsoran jika terjadi hujan deras, jelasnya.

Karena kemiringannya, pada pinggir badan jalan terdapat Siring pengaman air (Saluran penampung dan pembuang air), jangan sekali-kali sampai tertutup, jika tertutup dan terjadi genangan air, berimbas pada amblasnya badan jalan (longsor), karena kedapnya air sangat tinggi, mengakibatkan jalan/ tanah tergerus dan menimbulkan proses longsor yang cepat. Apa lagi keadaan lokasinya terjal, tanpa dibuatkan Teras, secara bertingkat agar mampu menahan beban.

Dan kondisinya harus dihijaukan dengan tanaman yang merekat (menjalar), jelas doctoral hukum strata tiga (S3) ini kepada BEO.co.id. Walaupun kita tidak mengerti ilmu jalan (Bina Marga) yang menangani jalan, tapi dengan kasat mata kondisi kemiringan yang rawan itu, bisa dilihat langsung.

Begitu terjadi hujan, daya beban (berat) dari atas sudah tidak mampu ditahan kondisi tanah yang kedapan airnya sangat tinggi, yang memudahkan terjadi tanah longsor.

BACA JUGA :  DUGAAN “KORUPSI RP 3,1 M DANA KONI KERINCI” SIAPA PELAKUNYA?

Memang bencana itu bisa terjadi kapan dan dimana saja, namun secara ilmiah harus dipelajari dan didalam, guna memperkecil terjadinya jalan amblas (longsor) jelasnya.

Hasan Basri, juga menyinggung masalah proyek Pokir (Pokok-Pokok Fikiran), yang mengatas namakan dewan, banyak yang mubazier, tidak tepat sasaran, tidak tepat guna dan tidak tepat azasmanfaatnya, bahkan ada yang tidakmemberikan azasmanfaat sama sekali. Ini kan uang Negara, walaupun jumlahnya tergolong kecil, namun jumlah lokasinya tidak sedikit dalam pertahun anggaran bisa mencapai puluhan lokasi sesuai jumlah Daerah Pemilihan (Dapil) se- Kabupaten Kerinci, ujarnya.

Pembersihan material longsor menutupi badan jalan. Dok

Hasan Basri, juga menyindir Pokir di Sungai Batu Gantih Hilir, yang konon kabarnya milik oknum dewan Kerinci 2019-2024, “Joni Effendi” masyarakat dan Pemdes Sungai Batu Gantih Hilir tidak tahu adanya kegiatan pembangunan disana, mereka secara resmi juga tidak pernah dikasih tahu?.

Namun kenyataannya, “tiba-tiba ada kegiatan pembangunan disana, setelah ditanya kesana dan kemari pada pihak berwenang tingkat desa, aparat Pemdespun tidak tahu” rumornya punya pak “Joni Effendi” dibalik semua itu, sebagaimana diberitakan beberapa kali sebelumnya.

Dan hasil pekerjaan, menimbun badan jalan dan saluran air kiri dan kanan jalan dirusak akibat pekerjaan tersebut. Logika kita berfikir apapun yang dibangun pemerintah pertama menambah asset pemerintah daerah, dan memberikan azasmafaat pada masyarakat desa, dan tidak merusak bangunan yang sudah ada.

Tenggelamnya separoh Escaffator saat bekerja beberapa waktu lalu, diduga keras lokasinya asal tunjuk, tidak disurvey terlebih dahulu (tidak direncanakan), yang mengerjakan dibalik itu, juga kepentingan oknum-oknum dewan, jika pokir asal dibangunkan dananya, jelas tidak memberikan azasmanfaat maksimal, sebagai tujuan akhir pembangunan, yang dicanagkan Presiden RI Ir Joko Widodo, membangun NKRI dari pelosok kekota.

Hal ini untuk kedepannya haru menjadi kajian bersama, setiap pembangunan harus mampu (bisa) memberikan azasmanfaat, bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, jelas mantan anggota TNI-AD, ini tegas kepada Wartawan BEO.co.id.

Hasan Basri, juga membuka wacana untuk kedepannya diseluruh desa dalam wilayah Kabupaten Kerinci, harus ada Peraturan Daerah (Perda) yang melarang masyarakat membangun rumah pada daerah-daerah kemiringan tertentu yang rentan ancaman longsor, turbis dan ablas, termasuk masyarakat yang memaksakan rumahnya harus didepan jalan umum. Tapi, jika daerahnya rawan turbis dan longsor seharusnya jangan dibangun.

Namun, secara Hukum harus jelas dasar/ payung Hukumnya, jangan setelah terjadi bencana baru kita ribut, itu tidak pas jelasnya.

Akibat curah hujan yang tinggi, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Simpang Tutup, halaman bagian depan amburk (turun lebih kurang 15 meter), kondisi ini butuh penanganan secpat, dikhawatirkan hujan turunlagi, bisa merobohkan bangunannya kata warga setempat kepada Wartawan BEO.co.id.

Puskesmas yang satu ini melayani masyarakat berobat dari beberapa desa antara lain, Desa Simpang Tutup itu sendiri, Sungai Batu Gantih, Sungai Batu Gantih Hilir, Tanjung Genting, Tanjung Genting Mudik, Suko Pangkat dan sekitarnya.

BACA JUGA :  DUGAAN “KORUPSI RP 3,1 M DANA KONI KERINCI” SIAPA PELAKUNYA?

Jika sampai membahayakan fisik bangunan, jelas tidak bisa beroperasi, maka diharapkan perhatian dari Pemdakab Kerinci CQ Dinas Kesehatan Kerinci, agar segera mengmbil langkah dan solusi terbaik, menyelamatkan barang yang sudah ada.

Agar akses masyarakat untuk berobat berjalan normal. Kini kondisi halamannya sudah hancur. Harap segera ditinjau dan apa yang harus dilakukan guna menyelamatkannya, harap warga.

Yuldi Herman, SE.MSi, dikenal denggilannya “Ujang Itam” yang juga Wakil Ketua DPRD Kerinci asal Dapil 1 Gunung Kerinci, Siulak dan Siulak Mukai, asal Tanjung Genting Kerinci mudik, mengatakan untuk membuka kembali jalan yang longsor di Lubuk Pandak itu, kita telah perintah Dinas PUPR Kerinci, mengerahkan alat berat untuk memindahkan ribuan kubik longsoran itu, agar masyarakat, 11 desa di Mudik bisa kembali normal dibidang transportasi antar desa kedesa dan kekota kecamatan di Siulak Deras.

Itu sudah kita perintahkan kepada Kadis PUPR Kerinci, untuk secepatnya menyelesaikan pembuangan tanah longsor tersebut jelas ujang. Sudah,…sudah kita perintahkan ujarnya.

Peran dewan:  Dari Dapil 1, ada lima wakil rakyat Kerinci, periode 2019-2024 antara lain yakni: YULDI HEMAR, SE.MSi, ARWIYANTO, SE, JONI EFFENDI, IRWANDRI dan

Irwan (Iwan) sering dipanggil “Iwan Pangab” kepada BEO.co.id, mengatakan seharusnya dewan-dewan dari Dapil 1, Gunung Kerinci, Siulak dan Siulak Mukai, peduli kepentingan masyarakat, apa lagi saat ada bencana, datangpun tidak melihat kesulitan masyarakat.

Maka kedepannya, masyarakat harus cerdas memilih calon wakilnya untuk duduk di kursi DPRD Kerinci.

Jangan hanya datang saat butuh suara masyarakat, tegas Iwan, yang juga mantan Wartawan Koran Mingguan BiDiK INDEPENDEN, era tahun 2000-an bertugas di Bengkulu Selatan, Manna, Prop. Bengkulu.

Iwan, mengatakan para anggota dewan dari Dapil 1, apa lagi masih mencalonkan diri kembali, berbuatlah untuk rakyat. Tanpa rakyat, dewan tidakpernah ada. Dan tanpa dipilih rakyat, anda tidak akan bisa duduk dikursi yang mengatas namakan wakil rakyat, ujarnya.

Solusinya, semua pihak dimusim hujan ini harus lebih waspada apa lagi yang tinggal dekat dengan pinggir Sungai Merao yang berhulu di Sungai Gelampeh (Gunung Bungkuk) Kerinci mudik (Hulu) ini.

Dan banjir tahunannya terkenal ganas dan membahayakan karena topografi wilayah yang dilewati hampir mencapi 80 km sampai ke Danau Kerinci, dan melewati sejumlah desa di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Dan masyarakat bersama Pemdakab Kerinci harus membangun kesadaran bersama atas ancaman banjir, karena hutan sudah banyak yang ditebangi. Dan jangan lagi melakukan perusakan lingkungan, demi keselamatan kedepannya. (***/mm).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org