spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bimbingan Remaja Usia Sekolah

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), sangat penting dan strategis diberikan sebagai bekal para remaja usia sekolah pada sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) SMA/ SMK, MAN dan sederajat kata Lukman, SAg.MH Kepala Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu, kepada tim catatan yang terabaikan diruang kerjanya, Selasa (22/ 8/ 2023) sekitar pukul 09.56 WIB.

Mereka berada dalam usia rentan antara, 16, 17, 18, & 19, dalam mencari jati diri kemana setelah selesai (lulus) SLTA nanti, mungkin banyak yang berfikir mau kuliah, dan banyak juga yang berfikir kebelakang dengan melihat kondisi orang tua yang belum punya kemampuan, dan mungkin ada juga nekad untuk menjalani kuliah, bermacam -macam, jelasnya.

Maka pemerintah RI, melalui Kementerian Agama (Kemenag) berusaha dan akan bekerja keras untuk melakukan pembekalan (bimbingan) bagi generasi (para remaja) kita, untuk berfikir positif bahwa setiap kesulitan aka nada jalan keluarnya, jika kalau kita terus bekerja (berjuang) dan di iringi do,a kepada Ilah (Tuhan) yang maha kuasa dan maha segalanya.

Dalam bimbingan Remaja, yang akan dilaksanakan pada bulan September dan Oktober 2023 tahun ini, kita akan sampaikan aturan dan etika untuk jenjang yang lebih jauh, dan jangan sekali-kali putus sekolah (berhenti), sekolah sebelum selesai pada tingkat SLTA/ sederajat (lulus), dan menjaga pergaulan sehari-hari, dan jangan sampai kawin (menikah) diusia dini apa lagi dalam keadaan tengah bersekolah.

Karena beresiko tinggi dalam menghadapi masa depan dalam rumah tangga, terutama belum siap mental menghadapi banyak kesulitan antara lain ekonomi, untuk memenuhikebutuhan sehari-harinya. Berikutnya belum siap secara mental menghadapi banyak godaan dan tantangan dalam pergaulan ditengah perkembangan (kemajuan) yang menggeser tata nilai, apa lagi diera yang serbacepat perubahan terjadi dan berkembang, jelasnya.

Maka kita akan berikan penjelasan dalam pembekalan terhadap para remaja usia sekolah untuk lebih pandai menjaga diri, kesehatan, adap ditengah keluarga, dengan kata lain, ‘’tahu terhadap keluarga, orang tua, ibu dan ayah, saudara, guru dan tetangga’’ karena semua ini akan dijalani para remaja dan anak-anak kita semua.

Sebelum dan apa lagi setelah berkeluarga. Dan akan mudah mendapat tekanan, apa lagi belum punya pekerjaan tetap yang menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan dapur dari hari kehari, ini tantangan disektor kebutuhan rutin rumah tangga, jelas Lukman S. Ag, MH.

Tantangan yang lebih berat dan bisa mempengaruhi cara berfikir dari positif menjadi negative, yaitu penggunaan alat elektronik seperti HP ANDROID, sudah banyak kejadian yang tidak baik, akibat mengakses konten-konten yang tidak mendidik dan tidak bermanfaat. Ini sangat mempengaruhi remaja kita dan rentan bagi penggunanya yang menjaga diri, keluarga.

Ukurannya positif dan negative sangat tergantung penggunanya, maka kita ingatkan kepada remaja usia sekolah dari sedini mungkin harus hati-hati dan waspada menjaga diri dan kelaurga dan membangun hubungan baik dengan semua pihak.

Dan pada generasi kita (remaja usia sekolah), agar mengutamakan dan menekuni belajar dan jangan mengkecewakan kedua orang tua, keluarga seperti tidak lulus, benhenti sekolah. Karena adalah generasi penerus perjuangan yang menerima estafet kedepannya.

Kenapa terus menerus kita ingatkan, karena mereka tengah bergelut mencari jati diri, mau kemana mereka setelah selesai pendidikan di SLTA nantinya.

Secara umum mereka belum tahu arah, mau kemana?.  Maka kita himbau untuk mendekatkan diri pada ajaran Agama, dan pada tuhan yang maha segalanya. Dan mereka nanti dalam bimbingan remaja usia sekolah yang akan kita adakan itu, akan kita jelaskan mengenai UU Perkawinan dan resiko menikah diusia muda.

Dan pelaksanaan pembekalan langsung ke sekolah-sekolah yang dipilih sesuai jadwalnya nanti pada September dan Oktober 2023. Dan tenaga pembekalnya langsung dari Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, jelas Lukman.

Dari catatan Tim Catatan terabaikan, yang diperoleh di Propinsi Bengkulu, antara lain Rejang Lebong, Kota Bengkulu, maka pentingnya pelaksanaan Pembekalan dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah, mengingat tidak sedikit para remaja kita terlibat penyalahgunaan android mengakses konten-konten yang tidak wajar.

Mengakses konten, ‘’porno, film kekerasan, konten hidup mewah, minum-minuman keras (ber-alkohol), dampak yang ditimbulkan sangat negative. Seperti tindakan Perkosaan, Narkoba, mengisap Lem, dan berlaku tidak sopan dengan orang tua, keluarga dan tetangga, tawuran antar remaja belakangan ini terjadi juga di Propinsi tetangga kita Jambi.

Sebagaimana dilaporkan tim Wartawan media ini di Siulak Deras Kecamatan Gunung Kerinci, Jambi. Dan kasus-kasus buliying antar remaja dan lain sebagainya, yang meresahkan masyarakat dan orang tua mereka.

Dari akar masalah yang terjadi, seperti dijelaskan diatas maka peran utama orang tua dimulai dari dalam rumah agar terus mengingatkan anak-anak mereka dan anak kita semua, agar jangan terjebak pada penyalahgunaan HP Android, Narkoba, Ganja dan sejenisnya.

Tawuran, Buliying (tindakan jahat) pada sesama teman sekolah dan diluar sekolah. Jauhkan diri dari semua itu, dan penting untuk tidak mengenalnya.

Karena penyesalasan selalu ada setelah peristiwa terjadi. Mari kita bangun dan isi kemerdekaan dengan ilmu yang cerdas dan dipagari dengan akhlak yang baik. Hidup damai berdampingan, antara tua, muda dan berlainan keyakinan, guna menyongsong hari esok yang penuh tantangan. Semoga. (***).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org