spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Cerita Tanam Kemiri, Antarkan Kalani Petani Asal Lebong ke Istana Negara

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Kalani saat berjabat tangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara 2010 lalu. Dok
Kalani (kiri) Ketua Poktan Sedasen berasal desa Talang Baru II, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong saat usai diwawancara media ini, Minggu (15/10). Dok

LEBONG, BEO.CO.ID – Kalani (62) Ketua Kelompok Tani (Poktan) “Sedasen” berasal dari desa Talang Baru II, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, sempat berjabat tangan dengan Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono di istana negara 13 tahun silam.

Keberhasilan itu berkat giatnya, menanam puluhan batang Kemiri hingga masuk nominasi kategori kelompok tani hutan/penghijauan (KTH/KTP) dalam penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari Tahun 2010 terbaik di Provinsi Bengkulu dari Menteri Kehutanan Zulkifli Hazan.

“Awal mulanya, saya menanam 50 batang Kemiri setelah tumbuh dan berhasil tahu – tahu dapat undangan dari Presiden untuk menghadiri HUT Kemerdekaan ke 65 sekaligus diberi penghargaan waktu itu, pemberitahuan itu datang dari Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu,” cerita Kalani saat disambangi media ini dikediamannya, Minggu (15/10).

Diterangkan lagi oleh Kalani, ini merupakan prestasi terbesar dan kebanggaan tersendiri dalam sejarah hidupnya dapat bersempatan berjabat tangan langsung dengan orang nomor satu di Indonesia.

“Tidak hanya saya yang mendapatkan undangan dan penghargaan saat itu, termasuk 2 Poktan dari Bengkulu Selatan, pertama Poktan penanaman pohon bakau dan Poktan penanaman padi,” tuturnya berbincang kepada media ini.

BACA JUGA :  "Reputasi Bupati Lebong di Pertaruhkan," 3 Desa Uram Jaya Langganan Banjir, Ini Kata BPBD

Selain itu, Kalani juga berharap kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu, baik itu dinas Pertanian dan Perikanan kabupaten Lebong untuk terus upaya melakukan pemberdayakan Poktan yang aktif melalui program – program unggulnya. Mulai dari pembinaan dan pelatihan seperti peningkatan kapasitas pengelola kelompok Usaha Produktif (KUP) dan peningkatan SDM.

“Semoga petani kita di Lebong dapat berkembang, kalau ada pembinaan yang terus dilakukan dinas dan berkelanjutan tentu akan maju, selain mendapatkan bantuan kelompok serta dapat membangun ekonomi masyarakat,” pungkas Kalani. (RN/SB)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org