spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

CV. RTS Diduga Guna Material Ilegal, Ansyori ‘Bungkam,’ Rama : Wajib Mengikuti Aturan

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

LEBONG, BEO.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu melalui Ketua Komisi III Rama Candra menyikapi dan menanggapi pembangunan peningkatan jalan Ketenong II – Sebelat Ulu, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu diduga gunakan material.

Hasil pantauan : oknum masyarakat mengambil material yang diduga ilegal di DAS Sungai Sebelat di ujung desa Sebelat, (2 Juli 2022) Dok, Beo.co.id/Lebong

Bahkan menariknya lagi menyeret nama orang nomor satu di Bumi Swarang Patang Stumang atas pernyataan JS Zaimi (Halimi) CV. Rafflesia Teknik Sentosa (RTS) saat di konfirmasi media ini, terkait dugaan penggunaan material dan status izin kuari tambang galian C di Sebelat yang menjadi pertanyaan besar masyarakat Lebong ?.

Dukungan material yang mana di pakai oleh CV. Rafflesia Teknik Sentosa sebagai syarat mutlak untuk persyaratan kualifikasi pada saat proses tender sebelum menang paket tersebut ?.

Menurut Rama Candra disela-sela kesibukannya saat dijumpai diruang kerjanya,  menyampaikan secara tegas atas dugaan penggunaan material ilegal di item pasangan (pelapis) dan Plat duicker (Plat deker) di pembangunan Ketenong II – Sebelat Ulu di haruskan mengikuti regulasi (aturan) yang berlaku.

BACA JUGA :  Azhari Terus Bergerak, Sambangi Tokoh Masyarakat Topos

“Apa bentuknya pembangunan yang tengah berjalan saat ini wajib mengikuti aturan atau regulasi yang berlaku, termasuk pembangunan lain yang menggunakan uang negara,” tegas Rama saat berbincang kepada media ini, Senin (25/7/22) lalu.

Dirinya juga menerangkan, bahwa pembangunan yang menggunakan “material ilegal” tidak dibenarkan dalam aturan. Bahkan akan berdampak kepada spesifikasi /spek teknis, maka itu rekanan kontraktor diwajibkan mengambil atau membelanjakan material di tempat yang resmi.

“Apabila itu ilegal saya tidak tahu, semestinya rekanan kontraktor harus mengikuti sesuai  kualifikasi teknis. Selain itu, rekanan harus mengutamakan tenaga lokal, agar menciptakan perekonomian ditengah masyarakat,” pungkasnya.

Lebih jauh dirinya menyinggung dalam pembangunan apa pun tetap mengutamakan aspek lingkungan. Artinya tetap menjaga lingkungan dan tidak merusak lingkungan.

“Pembangunan yang tengah berjalan saat ini tetap mengutamakan aspek lingkungan, tidak untuk merusak lingkungan dalam proses pembangunan yang tengah berjalan,” demikian sampai Rama. Kendati demikian Rama Candra tidak menyinggung status izin galian C yang disebut-sebut oleh JS CV. Rafflesia Teknik Sentosa, (Zaimi/Halimi-red).

Kembali media ini berupaya mengkonfirmasi kepada Ketua Komisi II Ansyori yang membidangi pembangunan saat dihubungi melalui via Whatsapp, ketika tanya oleh Beo.co.id terkait dugaan penggunaan material ilegal dalam pembangunan Ketenong II – Sebelat Ulu.

BACA JUGA :  Prihatin Soal Jalan Talang Ratu, Mahasiswa Lebong Demo Hingga Disambut Bupati

Dirinya terkesan belum merespon, apa bentuk upaya yang akan diambil kedepannya untuk melakukan pengawasan sebagai salah satu tugas dewan. Dan memilih untuk berdiam diri (bungkam), tanpa membalas pesan singkat dari wartawan Beo.co.id dan hanya membaca pesan tersebut (Conteng tanda biru), Sabtu (23/7/22) lalu. Sampai berita ini diturunkan belum ada penjelasan lebih lanjut langkah pengawasan yang akan dilakukan dewan Komisi II. (Sbong Keme)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org