spot_imgspot_img

Direktur PDAM: Pembayaran TUKIN Berdasarkan Absensi Kerja

KOTA CURUP, BEO.CO.IDPembayaran Tunjangan Kerja (TUKIN) Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma (PDAM-TD), Curup Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pembayarannya berdasarkan Absensi kerja (Absensi masuk kerja), berapa hari jumlah karyawan yang masuk, sebanyak itu yang dibayar. Tidak bisa lebih dan kurang, harus sesuai hitungan absensi kerja.

Hal ini dijelaskan Orin Retno Wati, menjawab pertanyaan Jurnalist Beo.co.id, Jum,at 8 Oktober 2021 di Curup. Menurut Orin Retno Wati akrab dipanggil “Orin” ini mengatakan Ia mulai menjabat Direktur PDAM Tirta Dharma tahun 2018 lebih kurang tiga tahun silam.

Waktu itu jumlah karyawan PDAM Tirta Dharma 101 orang, karena banyak hal (masalah) ada berhenti sendiri, meninggal dunia, (wafat) pensiun, jumlahnya kian berkurang sampai saat ini sekitar lebih kurang 80 orang.

Agar tidak simpang siur mengenai pembayaran TUKIN, Tukin dibayarkan sesuai jumlah absensi masuk kerja, ini berdasarkan peraturan perusahaan. Namun Orin, tidak menjelaskan secara rinci berapa hitungan nilainya dalam perhari, minggu dan bulan.

Pembayaran dilakukan tidak dengan uang tunai, melainkan dimasukkan kerekening masing-masing karyawan. Hanya karyawanlah yang tahu berapa jumlah yang diterima oleh masing-masing karyawan.

Dan pembayaran lewat rekening dilakukan langsung oleh Kasir PDAM Tirta Dharma, namun Orin juga tidak menjelaskan siapa nama kasir dimaksud.

Diawal saya memimpin PDAM Tirta Dharma, banyak karyawan yang kurang disiplin, maka muncul ide dalam pemikiran saya, untuk meningkatkan disiplin kerja dan pendapatan. Maka diberikan uang tambahan diluar gaji pokok, yang disebut Tunjangan Kerja (Tukin).

Agar meningkatkan kedisplinan karyawan salah satunya absensi kehadiran, karna setiap kehadiran mereka akan di berikan tunjangan kinerja.

Kalau tidak hadir ya tidak di berikan tambahan, semua di berikan kecuali karyawan kontrak, ujarnya.

Bagi karyawan yang malas, atau sering tidak masuk diberi peringatan awal, apa lagi ada pelanggaran terhadap sistem kerja diperusahaan, selalu di ingatkan, agar diperbaiki demi kepentingan pelayanan terhadap konsumen (pelanggan).

Dan karyawan “yang nakal” setelah diperingatkan (ditegur), tidak berubah, selain mendapat sangsi disiplin, bisa sampai pada level pemberhentian dan sebagian dipindahkan, seperti “Darmadi”

Darmadi, salah satu karyawan yang sering melakukan protes (tukang protes), kini bertugas di Kecamatan Kota Padang, ujarnya.

Darmadi, sendiri mengakui pada redaksi Beo.co.id, saat ia menambah keterangannya, pada hak jawab mengenai pemasangan SR kerumah Yakub, yang panjangnya 1. 335 meter, dengan biaya Rp. 15 Juta, dan menghabiskan pipa 300 batang, ujarnya.

Protes yang saya lakukan, kata Darmadi juga untuk perbaikkan bukan kebencian pada pimpinan perusahaan jelasnya.

Dari pengamatan Jurnalist Beo.co.id, yang jumlah pelanggan di Kota Curup dan sekitarnya puluhan ribu pelanggan, sampai saat ini belum merasakan pelayanan maksimal dari PDAM Tirta Dharma, banyak sekali masalah dilapangan.

Mulai dari kecilnya air yang mengalir seperti di Gang Maskam, sebagaimana dijelas Fendi warga setempat. Di Gang Maskam, juga dipasang oleh Darmadi, sama dengan SR kerumah Yakub.

Dari pengamatan Jurnalist Beo.co.id (Bidik07ElangOposisi), upaya penertiban kinerja karyawan, oleh Direktur Orin Retno Wati, demi meningkatnya pelayanan pada masyarakat dan membaiknya Keuangan PDAM Tirta Dharma, harus kita dukung dan apresiasi demi perbaikkan kedepannya.

Sehingga pelayanan terhadap pelanggan kian membaik. Dan perusahaan untung, dan berkembang sebagai penyediaan air bersih layak minum dan sehat.

Maka ketegasan dan penerapan kedisiplinan kerja dan masuk kerja oleh Direktur Orin, harus didukung sepenuhnya, oleh karyawan dan masyarakat, demi pelayanan yang baik. Jadi harapan kita bersama terwujud. (***/wi).

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,995PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts