Diserang Hama Tikus, Petani Di Lebong Gagal Panen MT- II

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

LEBONG, BEO.CO.ID  program musim tanam padi ke dua atau dikenal dengan istilah MT- II dikabupaten Lebong sepertinya belum sepenuhnya berjalan mulus, sejumlah petani di desa Limaupit kecamatan Lebong tengah terpaksa mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus.

Kepala desa Limaupit Beni Parianto mengungkapkan serangan hama tikus dimulai sejak sepekan lalu, akibatnya sejumlah petani  ikut MT –II merugi akibat gagal panen.

“Sejauh ini ada satu hektar lebih tanaman padi milik warga habis diserang hama tikus, “ ungkap pria yang akrap dipanggil Ben, Selasa (21/22).

Diakui Ben, semenjak diserang hama tikus, pihaknya berkordinasi dengan dinas Pertanian dan Peternakan (Disperkan). Hanya saja meski segala cara ditempuh untuk menyelamatkan tanaman padi milik warga upaya tersebut tidak bisa mengendalikan hama.

“Dari Disperkan sudah memberikan bantuan berupa Rodentisida, tapi tetap saja hama tikus itu belum bisa kami kendalikan”, kata dia.

BACA JUGA :  Dewan Simalungun Tolak, Konversi Teh ke Sawit di Kebun PTPN IV

Menurut Ben, kerusakan tanaman padi yang disebabkan serangan hama tikus ini diperparah karena turun tanam yang dilakukan tidak serentak. Apalagi di desanya hanya ada beberapa saja masyarakat yang ikut dalam program MT- II ini.

“Tempo sepekan, seluruh tanaman padi sudah habis padahal sudah mau panen. Kalau kerugian, saya kira mencapai puluhan juta rupiah”,ucapnya.

Sementara itu Kepala Disperkan Lebong Hedi Perindo menyebutkan, serangan hama tikus di desa Limaupit memang terjadi sejak sepekan ini.  Bahkan dirinya menyebut dalam tempo 3 hari seluruh tanaman padi itu telah habis dimakan tikus.

“Upaya pengendalian hama tikus ini sudah kami lakukan maksimal, namun sayangnya tak mampu dikendalikan lagi”, sebut Hedi.

Menurut Hedi, dampak serangan hama tikus terasa semakin besar kalau tidak didukung dengan luasan areal persawahan yang ikut dalam program  MT- II.

“Kalau kita lihat desa Taba Dipoa yang bertetangga langsung dengan desa Limaupit, mereka itu telah berhasil panen raya MT – 2. Artinya,   disamping waktu tanam idealnya juga di imbangi dengan luasan wilayah yang ikut program MT- 2 “, ungkapnya.

Diakui Hedi, pemerintah masih mencari serta menganalisa metode dan waktu terbaik untuk pelaksanaan program MT-2 mendatang.

BACA JUGA :  Polres Kerinci Gelar Baksos Rumah Ibadah, Peringatan Hari Bhayangkara ke 76

Sejauh ini, kata Hedi, ada 3 periode musim tanam ke dua yang dilakukan masyarakat. Yakni dalam rentang rentang bulan Maret, kemudian di bulan April dan bulan Juni.

“Untuk desa Taba Dipoa, mereka turun tanam musim ke – 2 pada bulan Maret, tepatnya setelah panen MT- 1 mereka langsung memulai MT – 2 dan  terbukti mereka berhasil dan bisa panen”, tutur Hedi.

Dia menegaskan, meski didapati adanya serangan hama tikus pemerintah tidak akan menyerah untuk mensukseskan program MT- 2 dikabupaten Lebong. apalabi sejauh ini sudah ada bukti keberhasilan petani yang sukses melakukan panen raya MT- II.

“Kecuali jika tidak ada yang panen MT- II sama sekali,  yang jelas akan ada laporan akhir pelaksanaan MT- II tahun 2022 ini yang akan dijadikan sebagai acuan musim tanam tahun mendatang baik itu masalah waktu, cara pengendalian hama dan apa yang harus disiapkan untuk pelaksanaan program MT- II ke depan”, demikian Hedi. (Zee)

 

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org