spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dugaan Korupsi Pungguk Pedaro di Lebong Masih Bergulir, Tunggu Hasil Audit

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Ilustrasi/net

LEBONG, BEO.CO.ID – Masih bergulir indikasi adanya temuan kurang lebih Rp 600 Juta, atas dugaan korupsi dana desa (DD) Desa Pungguk Pedaro, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Provinsi belum menampak berikannya hasil audit dari Aparat pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Lebong.

Pasalnya, belum ditetapkan sebagai tersangka, kendati penyelidikan sementara terus berjalan dilakukan Satreskrim Polres Lebong yang saat ini masih menunggu hasil audit dari Inspektorat.

“Kami (penyidik,red) sudah menggelar ekspose, terkait hasil penyelidikan dugaan korupsi di desa Pungguk Pedaro. Tapi sampai sekarang belum ada kabar hasil audit investigasi yang dilakukan APIP Inspektorat Lebong,” sampai Kapolres Lebong, AKBP. Awilzan, SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu. Alexander, SE didampingi Kanit Tipidkor, Ipda. Trio Hendra Saputra dilansir dari laman radarlebong.bacakoran.co.

Lanjut dia menerangkan, pihaknya membenarkan ada indikasi Rp 600 juta kerugian negara dan setelah diterima hasil audit calon tersangka diberi waktu selam 60 hari guna mengembalikan kerugian negara atas hasil audit inspektorat.

Jika tidak ada itikad baik melakukan pengembalian. Barulah penyidik akan ditingkatkan status perkaranya dugaan korupsi tersebut, dari penyelidikan ke penyidikan hingga ditetap tersangka.

BACA JUGA :  Terpilih PPS di Lebong Akan Dilantik 26 Mei Hingga Jalani Bimtek

“Yang jelas, tindak lanjut pengungkapakan kasus ini kami (penyidik,red) masih menunggu hasil audit investigasi dari mereka,” lanjut Kanit.

Indikasi kerugian negara di desa Pungguk Pedaro meliputi soal dugaan tidak dibayar secara penuh gaji honor perangkat desa, perangkat agama, Linmas, Satgas PPA. Bahkan indikasi itu termasuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT DD) yang tidak dibayarkan penuh oleh kades selama satu tahun anggaran 2022.

“Kalau hasil penyelidikan sementara terdapat indikasi kerugian negara sebesar Rp 600 juta, namun kita tetap menunggu hasil audit dari pihak APIP Inspektorat Lebong,” demikian Trio. (Sbong Keme/wlk-RL)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org