spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

HUMAS PT KMH, PEMBANGUNAN PLTA TIDAK BERDAMPAK BANJIR KERINCI

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Boy : Penjelasan Pihak PLTA hanya Soal Programnya dan Tidak Menjawab Pertanyaan kami ?

KERINCI, BEO.CO.ID – Aslori Ilham, Bagian Hubungan Masyrakat PT. Kerinci Merangin Hydro (KMH) gelar Coffe Morning bersama Pers se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Kamis 27/01/2024 acara dimulai pukul 10.15 wib sampai selesai.

Aslori, mengatakan “pembangunan PLTA (Pembangkit Listri Tenaga Air) menggunakan Air Sungai Batang Meraoo, tidak menimbulkan dampak banjir di Kerinci, tegasnya.

Penjelasan itu berulangkali dijelaskannya, Pembangunan PLTA tidak menimbulkan dampak Banjir bagi Kabupaten Kerinci, dan telah disiarkan sejumlah media.

Acara dibuka langsung Humas Aslori, dan dihadiri Kapolres Kerinci dan jajarannya, dalam paparan persentase yang ditanyangkan lewat media Infocus, Aslori menyampaikan bahwa pembangunan PLTA tidak berdampak pada banjir yang saat ini sedang melanda Kabupaten Kerinci dan Kota sungai penuh.

Persentasi yang ditayangkan hanya menampilkan Gambar dan video Progres Pembangunan PLTA, Humas juga menyampaik penyebab bajir salah satunya penggundulan Hutan dihulu, di Gunung Kerinci dan Galian C di Siulak.

Setelah selesai mempersentasikan Progres pembangunan PLTA, Aslori meberikan waktu Polres Kerinci untuk menyampaikan sambutannya.

Kapolres Kerinci dalam Pidatonya menyampaikan kepada peserta coffe Morning untuk saling menjaga kondisi Kamtibmas berjalan dengan baik dan kondusif pasca banjir dan menjelang Pemilu.

Berakhirnya sambutan pidato, Kapolres langsung Pamit untuk menghadiri acara di Sarolangaun.

Dalam sesi Tanya Jawab Aslori memberikan waktu kepada Pers untuk bertanya terkait persentasinya.

Memang menarik disimak, kendati acara Jumpa Pers (27/ 1/ 2024),meninggalkan kita untuk selamanya, tapi banyak catatan penting berkaitan dengan banjir dan longsor dimana-mana perlu mendapat perhatian kita bersama kata Hendra Boy Chaniago Ketua Investigasi LSM Peduli Kehutanan dan Lingkungan (LSM-PKLH) Propinsi Jambi, dalam keterangannya usai jumpa Pers dan disampaikan kepada redaksi BEO.co.id via sambungan telephone Cellullarnya dan Whatsappweb.

Setelah empat penanya sebelumnya diakhir acara saya diberikan waktu untuk bertanya, ini pertanyaan yang saya sampaikan jelas “Boy” panggilan seharinya.

Terkait persentase yang menayangkan gambar dan video melalui Infocus kami tidak memahami banyak bahasa dan istilah teknis, jadi….agar pemberitaan atau penyampaian informasi berimbang, kami memita untuk diizinkan meliput di lokasi pembangunan PLTA, jelas Boy.

  1. Untuk memastikan bahwa pembangunan PLTA tidak berdampak pada banjir yang saat ini melanda Kerinci dan Kota Sungai Penuh, kami meminta data riil debit/ volume air yang masuk dan perbandingannya dengan air yang keluar.
BACA JUGA :  DUGAAN “KORUPSI RP 3,1 M DANA KONI KERINCI” SIAPA PELAKUNYA?

3.Pembanguan PLTA yang berdampak pada berkurangnya tutupan hutan produksi, hutan desa dan hutan adat dari Muara Hemat sampai ke danau Kerinci sebagian sudah alih fungsi menjadi Bangunan PLTA.

Pertanyaan berikutnya juga disampaikan Ketua Umum DPP-LSM PKLH, Peduli Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Wandi Adi, S. Sos.

Ketua Umum DPP-LSM PKLH, Peduli Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Wandi Adi, S. Sos.

Pertanyaannya : Bagaimana upaya PT. KMH mengembalikan fungsi hutan pada zona yang terdampak pembangunan PLTA?

Dari tiga pertanyaan yang kita sampaikan tak satupun yang dijawab pihak PLTA???.

Saking geramnya, saya langsung menghampiri Aslori didepan untuk menjawab pertanyaan yang sudah saya sampaikn sebelumnya, melihat saya kedepan, Aslori tersenyum sembari mananyakan apa pertanyaannya tadi.

Saya langsung menyampaikan tiga pertanyaan salah satunya masalah pemulihan hutan yang terdampah zona pembangunan PLTA.

Jawaban Aslori Ilham: Kami sudah menyadiakn Bibit buah-buahan untuk ditananm petani, namun petani maunya menanam Kulit Manis (Cassiavera).

Dari jawaban yang disampaikn PLTA, tidak relevan jika Zona pembangunan PLTA petani yang dipaksa untuk menanam buah buahan, jelas Boy.

Dan pertanyaan untuk masalah banjir dan genangan air pengaruh bendungan di PLTA, PT. Kerinci Merangin Hidro (KMH) Muara Hemat Kerinci.

1.Berapa km dari bangunan Induk Turbin kehulu ditetapkan oleh ahli (Konsultan Perencanaan) PLTA, menjadi daerah Genangan air ?.

2.Apakah semua daerah yang dinyatakan daerah bebas dari Genangan telah dilakukan Ganti rugi secara jujur dan benar sesuai HPS (Harga Pasaran Setempat) terhadap pemilik lahan ?.

3.Apa jaminan dari pihak PLTA, jika penetapan pembebasan lahan untuk genangan air telah ditetapkan oleh ahlinya (Konsultan), ternyata ketika hujan turun, menimbulkan dampak kerusakan lebih besar, apa tanggungjawab PLTA terhadap masyarakat ?.

Demikian, mohon penjelasannya agak rinci, sehingga bisa difahami masyarakat luas, agar tidak saling menyalahkan ?

BACA JUGA :  DUGAAN “KORUPSI RP 3,1 M DANA KONI KERINCI” SIAPA PELAKUNYA?

Jawabannya hanya Video keterangan program PLTA, (progress), tidak menjawab pertanyaan saya jelas Boy.

Pertanyaan Boy Chaniago yang disampaikan Aslori selaku Humas PLTA PT. Kerinci Merangin Hydro (KMH), tidak ada jawabannya. Yang ada hanya penjelasan program PLTA, jelas Boy.

Dari pengmatan dan monitoring Tim Wartawan BEO.co.id, Liputan Kerinci dan Kota Sungai Penuh, sejak tahun 2021 lampau “perlu adanya tolak ukur yang jelas jumlah lokasi yang dibebaskan dari bangunan Induk (Bangunan Turbin) ke Hulunya berapa kilo meter, yang mampu menampung air (volume) saat banjir dan hitungan banjir, sehingga tidak menenggelamkan rumah masyarakat Kerinci yang berada dipinggir Danau Kerinci, dan pembebasan kawasan yang terpakai (milik masyarakat) harus dibebaskan dan dibayar oleh pihak PLTA.

Mengingat pentingnya PLTA untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh, yang selama ini menghandalkan dari Sumatera Barat dan tidak cukup? Kita sependapat dibangunnya PLTA Batang Merangin oleh pihak PT. KMH (Kerinci Merangin Hydro), tapi keselamatan masyarakat/ desa yang dekat dengan Sungai dan Danau Kerinci, tidak terancam keselamatannya.

Bisa saja panjang yang dibutuhkan dari bangunan induk PLTA mencapai 35 s/d 50 km, jika sudah ditetapkan artinya keselamatan masyarakat disekitarnya tidak akan terancam oleh banjir. Karena daerah yang dibebaskan cukup panjang dan luas, bisa menampung air.

Kondisi warna air Sungai Batang Merangin di Muara Hemat dibawah PLTA PT KMH. Dok (26/1) Beo.co.id – Eluban Rna Intan

PLTA Penting guna mendukung kepentingan masyarakat Propinsi Jambi dan gabungan Pikitring Sumatera Selatan. Tapi kepastian secara teknis harus bisa memberikan jaminan keamanan pada masyarakat Kerinci, khususnya yang tinggaldisekitar Danau Kerinci.

Dan Listrik kita butuh mengatasi kesulitan masyarakat selama ini, keamanan masyarakatpun juga tak kalah pentingnya, keselamatan dan ganti rugi lahan.

Karena pembangunannya masih berjalan, masih ada waktu mencari solusi terbaik untuk kedua belah pihak. Dan keterbukaan yang dibangun pihak PLTA, agar diteruskan. Dan inten melakukan koordinasi dengan semua pihak, sampai adanya solusi terbaik.

Gambar ambil 26 Januari 2024 . Dok Beo.co.id – Eluban Rna Intan

Dan masyarakat harus turut mencari jalan keluarnya, untuk kepentingan bersama, dan jangan mempersulit keadaan.


( BEO.co.id / *** / Penulis/Editor : Gafar Uyub Depati Intan ).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org