spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Internet Mati, Kominfo Terjunkan Teknisi Ke Sebelat Ulu Pibel

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

LEBONG, BEO.CO.ID – Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo – SP) Saprul, SE dalam waktu dekat bakal menerjunkan tim teknisi ke desa Sebelat Ulu, Kecamatan Pinang Belapis (Pibel), Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu dalam rangka memperbaiki internet satelit di desa tersebut.

“Kami sudah kordinasi dengan Pemdes desa Sebelat Ulu Pibel dan hari ini kita akan cek kondisi jaringan internet satelit desa tersebut,” ucap Saprul diruangkerjanya, Kamis (22/6).

Tujuan dilakukannya pengecekan jaringan internet satelit tersebut, kata Saprul, guna memastikan penyebab tidak berfungsinya jaringan internet disana. Karena bisa saja internet tidak berfungsi, akibat Pemdes setempat tidak bisa mengendalikan perangkat internet.

“Kami pastikan dulu kendalanya apa, karena belum tentu juga perangkatnya yang rusak. Bisa saja Pemdes setempat terkendala untuk pengoperasian perangkat internet tersebut,” kata Saprul.

Dia mengemukakan, setelah dikroscek nanti, jika ditemukan kerusakan justru terjadi pada perangkat internet maka pihaknya akan menerjunkan tim teknisi untuk melakukan perbaikan supaya desa yang ada di kecamatan Pinbel khususnya Sebelat Ulu dan Sungai Lisai tidak lagi mengalami blank spot.

BACA JUGA :  "Reputasi Bupati Lebong di Pertaruhkan," 3 Desa Uram Jaya Langganan Banjir, Ini Kata BPBD

“Kalau nanti setelah di cek dan kami menemukan ada perangkat yang rusak, maka kami akan mendatangkan tim teknisi dari kabupaten Bogor untuk memperbaiki kerusakan tersebut,” ujar Saprul.

Dia juga mengungkapkan, internet satelit Mangoesky Space tersebut adalah program kegiatan dinas Kominfo yang dibiayai APBD tahun anggaran 2022 lalu dengan nilai kurang lebih Rp.150 juta. Program itu di fokuskan bagi daerah yang mengalami blank spot seperti desa Sebelat Ulu dan desa Sungai Lisai, Kecamatan Pibel.

“Sewaktu perangkat internet itu sudah terpasang, sinyal internet didesa tersebut sudah ada. Kemudian memang, untuk operasional seperti pembelian kuota internet sudah disepakati dibiayai oleh desa melalui anggaran Dana Desa,” ungkap Saprul.

Sebelumnya mantan Kades desa Sebelat Ulu Ahmad Bukhori mengeluhkan, dalam beberapa bulan belakangan masyarakat didesanya tidak lagi menikmati internet, karena perangkat internet satelit Mangoesky Space yang dilaunching bupati Lebong pada akhir Desember 2022 lalu tidak berfungsi dengan baik.

 “Sejak di launching pak bupati, jaringan internet satelit Mangoesky Space bantuan dari dinas Kominfo ini tidak berfungsi dengan baik dan kami merasa internet itu kurang efektif,” kata Ahmad Bukhori kepada beo.co.id.

BACA JUGA :  Terpilih PPS di Lebong Akan Dilantik 26 Mei Hingga Jalani Bimtek

Apalagi sekitar 1 bulan setelah terpasang jaringan internet tersebut macet karena terdapat perangkat yang hangus. Bahkan dia harus merogoh kocek pribadi sebesar Rp. 750 ribu untuk memperbaiki perangkat yang rusak tersebut.

“Tidak hanya internet di desa Sebelat Ulu, kabarnya di desa Sungai Lisai Pibel ini juga mengalami blank spot”, ujar dia.

Pantauan beo. co.id dilapangan, agar bisa terhubung dengan jaringan telekomunikasi masyarakat desa Sebelat Ulu Pibel ini harus menempuh jarak beberapa kilometer serta mencari lokasi tertinggi yang memungkinkan untuk mendapatkan sinyal telekomunikasi.

“Untuk mendapatkan sinyal telekomunikasi kami masayarakat disini harus menjangkau tempat yang tinggi seperti tebing Sebelat yang jaraknya beberapa kilometer dari pusat desa ini”, ujar salah satu warga setempat. ( Zee ) 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org