spot_imgspot_img

Jalan Uram Jaya Berlobang “Bukan Ditonton”, Ini Masukan Untuk Camat & 7 Desa

LEBONG, BEO.CO.ID – Masih ada infrastruktur di Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu yang kondisi akses jalannya cukup memprihatinkan dan mengancam pengguna kendaraan. Bahkan belum juga mencuri perhatian kepekaan sosial (social sensitivity) masyarakat dan apa lagi para petinggi di Kecamatan yang hanya sebatas lontaran pemualan ditengah publik pernah dipublis oleh awak media ini beberapa waktu lalu.

Membangun tanggungjawab sebagai pejabat publik yang baru seumur jagung memang tidak mudah dan menjalankan amanah masyarakat Uram Raya tidak semudah membalik telapak tangan. Contoh hal kecilnya akses jalan menuju kantor Camat dan jalan ke desa Kota Agung yang berlobang hanya diberikan tanda seadanya dan luput menjadi perhatian.

Apalagi untuk membangun kebersamaan gotong royong yang melibatkan beberapa desa didalamnya, belum berjalan sebagaimana diharapkan. Kendati diketahui secara jelas anggaran dana rutin Dinas PUPR-P Kabupaten Lebong minim dan telah terkuras hingga jalan Uram Jaya tidak sempat dilirik.

Hal ini juga tanpa alasan masih rendahnya kesadaran masyarakat dan pejabat Kecamatan beserta desa yang ada Kecamatan Uram Jaya yang notabenenya adalah kampung orang nomor satu di Lebong. Ironisnya lagi untuk menyelesaikan perkara kecil ini hanya bisa dijadikan tontonan di kampung sendiri.

Seperti dilansir rmolbengkulu.com, Bupati Lebong, Kopli Ansori membacakan amanat Menteri Sosial Tri Rismaharini yang mengatakan, melalui momentum peringatan Hari Pahlawan, mengajak untuk menjadikan nilai-nilai kepahlawanan sebagai inspirasi dan motivasi.

“Para pahlawan yang sudah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan negara kita,” ujarnya, Rabu (10/11), belum lama ini.

Masih dikutif kembali, untuk merealisasikan hal tersebut, menurutnya hal itu harus dilakukan dengan penuh kesadaran untuk bersatu padu menjaga keutuhan negara, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita harus terus menggelorakan semangat gotong royong serta persatuan dan kesatuan indonesia. Perbedaan justru semakin memperkaya dan memperkuat kita,” tuturnya.

Kendati demikian telah disampaikan oleh orang nomor satu di bumi Swarang Patang Stumang pada momentum hari pahlawan, 10 November 2021 belum menuaikan hasil kepekaan sosial (social sensitivity) kepada para tuan pemilik tanah dan wilayah yang jabatannya sebagai pemimpin di Kecamatan serta kepala desa di Uram Jaya.

Indra (34) sebagai pendatang yang hijrah dari bumi “sekepal tanah surga” sebagai julukan Kerinci dan Kota Sungai Penuh tempat perintis karir awalnya mengamati, masih rendahnya kesadaran untuk peduli dengan infrastruktur jalan yang rusak dan jiwa kegotongroyongan yang telah memudar dan terkesan tidak mencintai daerah untuk memikirkan selamatan pengguna jalan.

“Bukti itu jelas jalan menuju kantor Camat Uram Jaya sudah lama rusak tanpa adanya terobosan pemerintahan Kecamatan dan 7 desa yang berada di Kecamatan Uram Jaya untuk saling membahu mengajak masyarakat,” sampainya hanya untuk bermaksud membangun bersama demi kenyaman pengguna jalan, (13/11/21).

Harapan itu wajib dimuncul tradisi kegotongroyongan ditengah masyarakat Uram Jaya, mengingat anggaran rutin di PUPR-P yang minim dan masih banyak akses jalan diwilayah Lebong yang menjadi perhatian.

“Kita harap lakon ini mampu di bangun oleh ibu Camat yang baru dan bersama unsur pemerintah desa untuk memperbaiki jalan yang rusak dan berlobang, semoga ini juga menjadi amal untuk semua,” tutup pria yang masih keturunan Lebong dan Kerinci tersebut mengakhiri maksud dan tujuannya.

Pewarta : Sbong Keme 

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts