spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Karantina Bujang Semulen di Bekali Materi

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

LEBONG, BEO.CO.ID – Pemilihan Bujang Semulen Tahun 2023 di bumi Swarang Patang Stumang, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu tengah menjalani karantina, dalam sempat itu pula para Bujang Semulen diberi pembekalan materi oleh sumber kompeten yang digelar di hotel Dinda Ceria, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Lebong Utara, Senin (6/6) kemarin.

Kepala Disparpora Lebong, Riki Irawan, S.Sos, M.Si, menjelaskan bahwa 20 finalis Bujang Semulen ini telah melewati tahap dan saat ini tengah menjalani karantina disertai pembekalan sejumlah materi untuk para finalis, tentang Pariwisata, Seni Budaya, publik speaking dan materi umum.

“Itu semua untuk pembekalan mereka dan hari puncak grand final akan diselenggarakan di Gedung Indor Kecamatan Tubei,” terang Riki kemarin.

Tujuan dari ajang pemilihan Bujang Semulen itu sendiri, dikatakan oleh Riki lebih jauh, untuk mengembangkan potensi wisata dan pelestarian budaya serta membangun kreatifitas kalangan anak muda dalam promosi objek wisata di Lebong.

“Tentu kita berharap kepada seluruh finalis untuk serius mengikuti jalannya karantina ini dan dapat menambah wawasan serta bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu dalam proses berjalannya karantina ini, para finalis harus patuh dengan aturan dari panitia,” harapnya.

BACA JUGA :  Prihatin Soal Jalan Talang Ratu, Mahasiswa Lebong Demo Hingga Disambut Bupati

Sementara itu, Nedi Aryanto salah satu narasumber karantina Bujeng Semulen mengatakan, intinya dari BMA Lebong sangat mendukung kegiatan pemilihan Bujang Semulen Tanai Lebong.

“Kami meminta kepada tim juri agar benar – benar selektif dalam pemilihan, karena kontestan terbaik akan di rekomendasikan mengikuti kegiatan ini ke tingkat propinsi dan nasional,” ungkap Nedi.

Dia juga berharap, pemilihan Bujang Semulen ini dapat menunjukan ciri khas anak Suku Rejang yang terkenal sejak dulu gagah berani, memiliki paras yang menawan dan rupawan memiliki ilmu adat, agama serta ramah tamah.

“Dan beradab, beretika kepada yang kecil, pengasih dan penyayang, yang muda (Sebaya) dapat tegur sapa, saling menghargai dan menghormati yang lebih tua,” sampainya.

Dirinya pula menilai dimoment ini, diadakan Bujang Semulen dapat menekan persoalan yang kurang baik ditengah kalangan anak muda di masyarakat.

“Mari kembali kita angkat harkat martabat, adat, seni dan budaya anak Suku Rejang, khususnya di Bumi Swarang Patang Stumang, guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Harapan kita finalis terbaik nantinya dapat menjadi panutan, tauladan dan contoh yang baik, bagi seluruh Anak Kutai Tanai Lebong,” pungkasnya. (SB/*)

BACA JUGA :  Azhari Terus Bergerak, Sambangi Tokoh Masyarakat Topos

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org