spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

LUKMAN, SAg. MH, KAKAN MENAG REJANG LEBONG : MAULID NABI, MEMAHAMI AJARANNYA SEBAGAI TAULADAN

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diadakan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Rabu, (20 / 09/ 2023), untuk mendalami dan memahami ajarannya, yang diturunkan Allah SWT, kata Lukman, S.Ag.MH, kepada Tim Catatan yang terabaikan dilantai dua Kantor Kemenag Rejang Lebong, Jum,at (29 /09/ 2023) sekitar pukul 09:30 WIB.

Menurut Lukman, kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya, kali ini dihadiri para Kepala Kantor KUA setiap kecamatan, para Kepala MIN/MIS, MTsN dan MAN se Rejang Lebong, seluruh jajaran ASN di Kemenag Rejang Lebong, imbuhnya.

Sebagai pemeluk Islam, menjadi wajib hukumnya menteladani ajarannya dan petunjuk yang diturunkan Allh SWT, lewat wahyunya kepada Muhammad, jelas Lukman.

Dan ajarannya, juga kita sampai kepada generasi muda, sebagai penerus, pengganti kita dan calon pemimpin kedepan.

Kita mengundang H. Nasrun, sebagai penceramah, pembekal tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. Pak Nasrun, telah memberi kita petunjuk panjang lebar dan rinci tentang maulid, yang wajib kita laksanakan setiap tahunnya.

Petunjuk dan penjelasan H Nasrun, agar kita dan generasi muda mencontoh dan mempedomaninya, jelas Lukman.

Bahwa Nabi Muhammad SAW, Nabi akhir zaman, dan tidak ada lagi Nabi setelahnya, Ia menyempurnakan ajaran Islam dari nabi-nabi sebelumnya. Kita sebagai umat Islam, menjadi wajib hukumannya menteladai sifat kerasulan Muhammad SAW.

Antara lain lanjut Lukman, akhlak yang baik dan menjaga kesatuan dan persatuan dalam berbangsa dan bernegara, dan saling menghormati satu sama lainnya.

Damai berdampingan sangat penting satu dengan lainnya walaupun kita berlainan akidah, setidaknya kita satu akidah dalam berbangsa dan bernegara. Dan mungkin juga satu suku lain kepercayaan dan sebaliknya lain suku satu dalam akidah beragama, secara keseluruhan harus kita jaga bersama dan melihat jauh kedepan menjaga kesatuan persatuan yang kokoh jelasnya.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyebut kemuliaan akhlak menjadi kunci Rasulullah Muhammad SAW untuk menjaga dan merawat kebhinekaan masyarakat yang plural.

Hal ini disampaikan Menag pada malam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H/2023 M, di Jakarta.

“Kunci sukses beliau (Nabi Muhammad SAW) dalam menata dan menjaga kebhinekaan adalah kemuliaan akhlak, teladan yang baik.

Beliau senantiasa bersikap ramah, santun, peduli, dan berkata lemah lembut terhadap siapa pun tanpa melihat perbedaan agama maupun sukunya,” ungkap Menag Yaqut Cholil Qoumas, di Jakarta, Kamis (28/9/2023). Dikutif BEO.co.id kembali.

Akhlak mulia dan teladan yang baik ini, menurut Menag, membuat Rasulullah berhasil memimpin masyarakat Madinah yang semula dikenal dengan kota yang marak dengan konflik internal berubah menjadi tempat yang damai.

Rasulullah, lanjut Menag, juga mendorong perubahan fanatisme kesukuan dengan konsep ukhuwah islamiyah yaitu persaudaraan berdasarkan agama (islam) dan ukhuwah basariyah atau persaudaraan sesama manusia.

“Langkah awal beliau menjaga kebhinekaan di Madinah, salah satunya yaitu dengan mengurangi fanatisme kesukuan, dengan membangun persaudaraan antara kaum Quraisy Makkah dengan kaum Anshar Madinah, serta mempersatukan suku Al-Khazraj dan Aus di Madinah,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Men ini.

Nabi Muhammad juga mampu menciptakan kebhinekaan dari semua kalangan. beliau menciptakan stabilitas dengan mengadakan perjanjian dengan kaum Yahudi, Bani Nadhir, Bani Quraizhah, serta Bani Qaynuqa, dan bangsa Arab yang belum menganut agama Islam kemudian dituangkan dalam sebuah Piagam Madinah.

“Piagam Madinah menjadi pedoman masyarakat Madinah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan, demokrasi, dan nilai toleransi,” ungkapnya.

Gus Men menilai, bangsa Indonesia saat ini juga memiliki kesamaan dengan Kota Madinah di masa Rasulullah, yaitu sama-sama dihuni oleh masyarakat yang plural dengan keberagaman agama, suku, dan golongan.

“Maka sudah sepatutnya kita meneladani beliau dalam membangun kebangsaan dan kebhinekaan dalam sebuah negara,” lanjut Gus Men.

“Beberapa hal yang sudah diajarkan Rasulullah dalam membangun kebhinekaan yang baik sehingga patut dijadikan teladan,” tandasnya.

Peringatan Maulid Nabi kenegaraan ini juga menghadirkan KH Zawawi Imran untuk menyampaikan tausiyah. Hadir juga dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445H/2023M ini para Menteri Kabinet Indonesia Maju, perwakilan negara sahabat, para alim ulama, serta jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian Agama.

Dikatakan Lukman, S.Ag, MH, untuk membangun daerah ini kita semua harus kompak dan bersatu membantu program Pemerintah RI, mulai dari Pusat sampai kedaerah.

Didaerah kita membantu program Gubernur dan Bupati Rejang Lebong, sesuai profesi dan pekerjaan/ keahlian kita masing-masing, dengan sikap terus semangat dalam kesatuan dan persatuan jelasnya.

Dan semangat kebersamaan harus terus kita tegakan mulai dari lingkungan kecil (kita) dalam keluarga, dusun/ desa dan kelurahan, daerah yang kita cintai dan banggakan ini.

Jika terjadi perbedaan pandangan, mari kita berada selalu dalam solusi yang terbaik. Untuk menjaga kebhinekaan kita dari Sabang sampai Marauke, kita ini satu, ujar Lukman pada bagian lain keterangannya.  (***).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org