Pengurus PSK Kerinci – Kota Sungai Penuh, Perlu Menyadari & Berbenah Diri

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Persatuan Sepak Bola Kerinci (PSK), salah satu perserikatan sepak bola daerah di Propinsi Jambi, yang pernah mengukirkan sejarah sepak bola di Propinsi Jambi diera perserikatan tahun 70-an dan 80-an, era kejayaan bintang lapangannya dibarisan pertahanan dikenal antara lain, ‘’Asdar, dari Sungai Penuh, Tukijo (Kayu Aro), dan Maskur (Sungai Penuh) dan sejumlah nama besar lainnya dari Kerinci dr. Nasrul Qadir, sempat menjadi pemain Nasional Indonesia (PSSI).

Namun, dua puluh tahun terakhir prestasi PSK, melorot tajam hingga kini khususnya kompetisi di Propinsi Jambi, nama PSK cukup ditulis sebagai peserta, demikian juga dengan Sepak Bola Kota Sungai Penuh. Bahkan ditulis sebuah media Online, edisi 29 Januari 2023, ‘’Merangin Juara 1 Gubernur Cup 2023, Tim Kerinci-Sungai Penuh Keok Tanpa Gelar’’

Sebagai putra daerah Asli asal Kerinci, sempat terhenyak sejenak membaca sejumlah laporan media online, cetak dan televise menyoroti rendahnya kualitas PSK yang pernah dibangga-banggakan warga Kerinci dimasa silam. Kini PSK Kerinci, tak lebih hanya sepenggal nama, nah….apanya yang salah.

Justru diera sepak bola moderend Sepak bola Kerinci bak katak ditempurung, Hanya suaranya yang terdengar Nyaring, namun faktanya dilapangan hijau Tim sepak bola Kerinci dan Kota Sungai Penuh, tak lebih sebagai peserta ?.

Jangankan, mau merebut gelar antar propinsi di Liga 1 PSSI/ antar Club professional, di Piala tahunan Gubernur Jambi, PSK Kerinci dan Kota, seolah tak dipandang sebelah mata oleh tim-tim lainnya. Berdasarkan hasil Gubernur Cup 2023, PSK dan Kota, tak lebih pelengkap dan penderita?.

BACA JUGA :  NURSAL,S.Sos (Gusnur): BUPATI KERINCI KEDEPAN HARUS MAMPU SELAMATKAN DAERAH DARI PENEBANGAN LIAR & PERUSAK LINGKUNGAN

Saya, Gafar Uyub Depati Intan, (Gafar Uyub), didunia sepak bola sering panggil Bang Ayub, memang bukan pemain hebat. Katakanlah pemain kelas kampung (Kampungan), pernah menjadi pemain utama PERSIREL (Persatuan Sepak Bola Indonesia Rejang Lebong), Kab. REJANG LEBONG, Era 80-an, di DEVISI.1. PSSI, (Era Perserikatan). Kalau kini sama dengan Liga 2 PSSI.

Mohon maaf, sedikit menyampaikan Kritik dan saran, tujuannya tak lebih untuk perbaikan tim kedepannya. Agar PSK Kerinci dan Kota Sungai Penuh, ‘’bangkit dari keterpurukannya’’ dan harus dihitung oleh kawan dan lawan sebagai tim yang harus diperhitungkan, dan mampu membawa nama daerah minimal di kompetisi antar Kabupaten dan Kota di Propinsi Jambi.

Ditahun 2023, suka tidak suka, kiblat sepak bola propinsi Jambi sudah dikuasai Batang Merangin. Tebo, Bungo dan Tanjung Jabung Barat. Kerinci dan Kota Sungai Penuh, tak lebih turut meramai-ramaikan acara kompetisi. Padahal Kerinci salah satu Kabupaten tertua di Propinsi Jambi, dan memiliki reputasi pada masa silamnya cukup baik dan disegani.

Saya, ingin menyampaikan beberapa hal penting untuk sepak bola Kerinci dan Kota Sungai Penuh, antara lain :

  1. Benahi Keuangan untuk membiayai sepak bola yang cukup.
  2. Bayar pelatih-pelatih yang berkualitas, mahal dan berani buat target.
  3. Pemilihan pemain (seleksi), betul-betul independen, bersih dari sistem kekeluargaan.
  4. Pengurus yang kuat, artinya kompak dan jangan hidup dari belanja Tim, apa lagi mencuranginya. Harus ada dana terpisah untuk tim pengurus.
  5. Pemain terpilih harus disiplin dalam menjalani latihan, kerja keras dan professional dalam bermain.
  6. Hubungan pemain dengan pelatih harus terjalin erat, demikian antara pengurus dengan pemain, koordinasi dan keramah tamahan harus diutamakan.
  7. Bupati Kerinci dan Walikota Sungai Penuh, harus memberi peluang sumber dana yang kuat, lewat kerjasama dengan Rekanan Kontraktor, lewat proyek-proyek fisik didaerah.
  • Uang Tim PSK dan Kota Sungai Penuh, harus berada dalam Rekening masing-masing Tim. Jika mau digunakan harus jelas peruntukannya, untuk TC, latihan tertutup dan terbuka. Kelengkapan para pemain yang cukup, Kesehatan dan makanannya yang bergizi standard olah raga sepak bola, dan memiliki Tim media yang baik dan profesional.
  • Peluang kerja para pemain harus ada. Dan jangan sampai mereka hanya dipuja dan puji-puji saat menjadi bintang lapangan dan tim yang kuat, habis main bola menjadi kuli (buruh) dan itu terjadi diseluruh tanah air kita tercinta ini.
  • Untuk menjadi tim yang kuat, memang diakui tidak mudah? Namun, jika ditangani secara professional, dengan tangan-tangan dingin, berlatih, bekerja keras, disiplin insyaallah apa yang hendak kita capai, bisa berhasil.
  • Sehubungan daerah Kerinci dan Kota Sungai Penuh, adalah daerah dingin, maka latihan fisik terbalik harus dilakukan. Latihan fisiknya dimulai pukul 10 Wib (Pagi) sampai pkl 13.Wib, artinya ketahanan fisik pemain harus nomor satu bersama penguasaan bola, dan kerjasama tim. Ini memang sudah teknis, (hak-hak) pelatih menentukannya.
  • Pada umumnya, berdasarkan pengalaman tim yang berasal dari daerah dingin, dua puluh menit pertama dalam bermain sangat sulit mengimbangi lawan yang terbiasa didaerah panas. Apa lagi bermain di daerah/ kota yang suhu udaranya memang panas.
BACA JUGA :  PUPR Kerinci Angkat Tumpukan Material Longsor, Jalan 11 Desa di Mudik Mulai "Bersih"
PERSIREL (Persatuan Sepak Bola Indonesia Rejang Lebong). Dok Wek Kota Donok Kab. Lebong

Tim catatan yang terabaikan, sudah mencoba meminta tanggapan dan kendala dari salah satu pengurus utama Tim PSK Kerinci, Yuldi Herman, akrap dipanggil, ‘’Bujang Hitam’’ belum bisa memberikan keterangan / tanggapan atas melorot prestasi PSK yang kita cintai ini.

Dan terakhir jadwal rutinitas latihan harus berjalan dengan baik, dan jangan lagi, setiap ada kompetisi tingkat propinsi, ‘’ngumpul-ngumpul, lalu latihan beberapa hari berangkat, kekompetisi lalu bertanding, cara-cara sudah ditinggalkan.’’

Jadi tim yang baik, rutinitas latihan harus dilakukan secara rutinitas sesuai jadwal dari pelatih. Dan untuk uji coba tim terlatih, harus mengundang club lainnya dari luar Kerinci memiliki reputasi Nasional, jangan uji coba antar desa/ kecamatan. Untuk mengukur kekuatan tim terlatih harus melawan tim berstandar Nasional. Yang disajikan hasil latihan keras, professional, sportivitas dan kemampuan mengatasi teknik yang disajikan lawan. Dalam uji coba, untuk menguji semua yang dimiliki, guna diperbaiki kedepannya. (***).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org