spot_imgspot_img

PK5 dan Masyarakat Miskin Masih Beratapkan Langit, Berdindingkan Angin ?

Oleh: Gafar Uyub Depati Intan

KOTA CURUP, Beo.co.idBupati/ Kepala Daerah adalah pemimpin rakyat didaerahnya masing-masing, sebagai kepala pemerintahan daerah dan berkuasa penuh menjalankan roda pemerintahan, yang dipilih secara langsung oleh masyarakat sejak tahun 2004 atau sekitar 16 tahun silam, ini buah dari reformasi dan perubahan undang-undang tentang pemilihan kepala daerah, bupati, walikota dan gubernur.

Tak terkecuali di Rejang Lebong, dulunya sangat terkenal dengan Tanah Rejang. Alam dan buminya yang subur, sejuk dan sangat menjanjikan kehidupan (usaha) dari sektor Pertaniannya dan Pertambangan Emas di Lebong.

Khusus Tambang Emas di Lebong sudah menjadi milik Pemda Kabupaten Lebong, sejak daerah ini menjadi daerah depinitif 7 Januari 2004, berdasarkan UU No. 39 tahun 2003 bersama Kepahiang, namun bekas tambag emas Lebong itu tidak lagi dikelola masyarakat, karena Kabupaten Lebong sudah sebagian besar luasnya berada dalam status TNKS (Taman Nasional Kerinci Sebelat). Emas Lebong, hanya tinggal penggalan kata, tak lebih dari itu?

Sejak, 7 Januari 2004 silam Lebong dan Kepahiang sudah resmi berdiri sendiri sebagai kabupaten depinitif berpisah dari Rejang Lebong sebagai kabupaten induk. Kini tiga kabupaten, yang tadinya satu harus bersaing ketat menunjukkan kemampuan kepala daerahnya membangun daerahnya masing-masing.

Sebagai bekas kabupaten induk Rejang Lebong, harus lebih kuat berbenah dan meningkatkan pembangunannya, karena bersaing ketat dengan Kepahiang dan Lebong, yang mulai menunjukkan kemampuannya.

Khusus Rejang Lebong dengan pusat pemerintahannya Kota Curup ini, baik sebelum mekarnya Lebong dan Kepahiang, telah dipimpin puluhan Bupati/ Kepala Daerah, sejak Indonesia merdeka eranya Presiden RI pertama Soekarno, lalu Soeharto dan sampai sekarang Presiden RI ke 7 Joko Widodo.

Kabupaten Rejang Lebong, dalam pembangunannya sudah banyak kemajuan yang di capai. Setidaknya sudah ditangani 18 orang Bupati/ Kepala daerah, terkini dijabat oleh Ahmad Hijazi 2016 – 2021 yang sebentar lagi akan berakhir.

Antara lain tercatat nama-nama yang cukup dikenal dieranya menjabat, Ahmad Marzuki, Wahidun Djang Jaya, Waras Santoso, Marwan DS, Muslihan DS, Hijazi, Suherman dua periode dan Hijazi dua periode pada tahun berbeda (tidak berurutan) langsung.

Banyak perubahan yang dilakukan para bupati/ kepala daerah yang memimpin Kabupaten Rejang Lebong ini.

Sebelum daerah ini dimekarkan pada tahun 2004 silam berdasarkan UU No. 39 2003 pemekaran Kabupaten Lebong dan Kepahiang. Sejak tahun 2004 silam beban bupati tidak seberat dulu lagi dengan jangkauan (jarak tempuh yang jauh) antar kecamatan.

Dan biaya yang besar dan berat. Namun, justru kemajuan pembangunannya, tak begitu menonjol, bahkan terkesan bergerak ditempat.

Jadi eks tanah Rejang itu, sudah menjadi tiga kabupaten buah dari UU No. 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah dan berlanjut dengan perubahan UU No. 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

Dan perubahan yang terjadi pada tiga daerah (kabupaten) yang dulunya satu dalam Kabupaten Rejang Lebong, sudah cukup banyak kemajuan yang dicapai (perubahan) walaupun belum bisa memakmurkan rakyat, (masyarakatnya).

Dan bagi pedagang kaki lima (PK5), dan masyarakat miskin lainnya tempat tinggalnya masih “beratapkan langit, berdindingkan angin” padahal Rejang Lebong, telah dipimpin puluhan Bupati/ Kepala daerah, hampir setiap bupati yang berkuasa lima tahun mengklaim berhasil membangun Rejang Lebong, kendati bertolak belakang dengan bukti dilapangan.

Pada tahun politik ini 2020, bertepatan dengan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, 9 Desember 2020 termasuk dibumi Rejang Lebong ini, sangat wajar masyarakat daerah ini bertanya-tanya ditangan siapa pembangunan daerah, mampu menunjukkan hasil maksimal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di “bumi pat petulai” ini?.

Dari tahun 2016 silam dipimpin Hijazi-Iqbal Bastari, dengan program yang sangat menjanjikan, “pendidikan gratis, berobat gratis, bibit gratis, dan koperasi tanpa bunga” keemapt-empat program unggulan itu, tak ada yang menonjol, betul-betul menunjukan hasil yang gemilang.

Kendati ada yang diklaim berhasil, tapi lebih baik tanyakan pada masyarakat Rejang Lebong, seperti apa mereka merasakan nikmatnya keberhasilan keempat program unggulan itu?.

Menyongsong pilkada serentak tinggal hitungan hari lagi, dengan empat pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Rejang Lebong terbaik saat ini, telah mengumbar-umbarkan janji pada masyarakat, akan membangun Rejang Lebong.

Berikut petikkan penting visi masing-masing paslon Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, pasangan Faisal-Fatrol No. 1, visi: Terwujudnya daerah Kabupaten Rejang Lebong Hebat yang maju, mandiri dan berbudaya dalam berkepribadian berlandaskan gotong royong.

Paslon SR (Susilawati-Ruswan) No. 2 Terwujudnya masyarakat Rejang Lebong yang sejahtera beriman dan Kompentitip dengan pemanfaatan sumber daya alam dan berkelanjutan.

Paslon No.3 terwujudnya Kabupaten Rejang Lebong Bercahaya Untuk Semua, Berkarakter, Religus, Cerdas, Sehat, berbudaya, untuk sejahtera dan Maju bersama.

Dan visi paslon Fikri-Samuji No. 4, Kabupaten Rejang Lebong terdepan, sejahtera dan bermartabat.

Keempat paslon bupati, wakil bupati Rejang Lebong 2020, menawarkan kesejahteraan, artinya siapapun yang terpilih dan mendapat kepercayaan dari masyarakat Rejang Lebong menjadi bupati/ wakil bupati 2021 – 2026 menjanjikan kesejahteraan, bukan penderitaan.

Paslon manapun yang terpilih, kita lihat dan akan kita rasakan kesejahteraan seperti apa? Apakah mampu melepaskan PK5 dan masyarakat Miskin Rejang Lebong, beratapkan langit berdindingkan Angin, karena kesejahteraan yang dijanjikan itu termasuk untuk mengatasi kesulitan PK5 dan masyarakat miskin Rejang Lebong.

Debat terbuka telah dilakukan, 28 Nopember 2020 malam minggu, dan masyarakat yang sempat menyaksikan lewat hp dan sambungan jarak jauh, bisa menilai sendiri kemampuan para paslon menyampaikan visi dan misi serta Tanya jawab.

Bertanya dan menjawab pertanyaan antar paslon, dan menjawab pertanyaan moderator bagi kepentingan pembangunan Rejang Lebong lima tahun kedepan.

Untuk melahirkan bupati pilihan rakyat, mari bersama-sama kita gunakan hak pilih secara benar, dan menciptakan rasa aman dan nyaman, semoga. (***)

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,983PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts