spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Proyek RSUD Dua Jalur Curup, Nilai Miliaran Sudah Tiga Hari, 32 Tukang Tanpa Gajian?

CURUP, BEO.CO.IDPROYEK: Kegiatan Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten, Kota, Pekerjaan Belanja Modal Bangunan Kesehatan, Desa Jalur Dua Rejang Lebong, Prop. Bengkulu tahun anggaran 2022, dikerjakan Kontraktor Pelaksana, CV. ARHTA GRAHA KARYA, dengan Konsultan Pengawas, PT. NUSA MANDIRI PERSADA, nilai Kontrak Rp. 6. 183. 185. 000,- sudah tiga hari, sejumlah 32 pekerja asal Jawa Barat belum gajian?

Saat dichek BEO.co.id, kelokasi kegiatan di RSUD Dua Jalur, (bagian belakang) Rabu 21 September 2022, pukul 15.00 WIB, pertama tidak ditemukan derekcikeet (kantor lapangan), dan tidak ada data formal yang disajikan?.

Ditempat istirahat pondok kerja 32 orang pekerja asal Pulau Jawa itu, ditemui 4 orang dalam keadaan lemas, ketika ditanyakan awak media ini, mereka pekerja dari mana?

Katanya dari Jawa Barat, sebagian dari Suka Bumi. Kami bekerja dibawah koordinir seorang Mandor, sistem gajian setiap kali Opname dibayar tunai. Ini sudah tiga hari tanpa gajian, sehingga kami tidak bisa bekerja maksimal. Nampak dari raut wajah mereka lesu (lemas), ada kesan menyembunyikan ‘’kekesalan’’ karena taka da untuk dikirim pada kelaurga mereka dikampung.

Ketika ditanyakan bagaimana soal makan dan keperluan sehari-hari, rokok, kopi dan lainnya? Sampai hari ketiga ini (21/9/2022) masih dapat makan dari Mandor. Lebih lanjut ditanyakan kemana kawan-kawan yang lainnya, lagi keluar makan dan Mandor juga keluar, entah kemana? Papar mereka.

Dan yang sangat terasa memberatkan dan miris, untuk mengirimkan biaya kekampung belanja keluarga dan anak-anak yang masihkecil dan yang telah sekolah, perlu uang untuk beli susu dan transportasi dan belanja sehari-hari mereka belum dikirim, uangnya tidak ada. Kami belum gajian pak, keluah mereka pada Beo.co.id.

BACA JUGA :  Pemdes Air Pikat Salurkan BLT-DD Tahap II Bantu Ringankan 100 KPM
BACA JUGA :  "Curup Gelap Gulita," Kadis PMPTSP, Minta Masyarakat Ajukan Proposal

Mereka mengaku sudah bekerja selama satu bulan, dulu pernah kita kirim uang untuk kelaurga hanya Rp500.000,- itukan tidak cukup. Bayangkan kami yang berja disini sebagai buruh harian semuanya sudah berumah tangga dan punya anak dua dan tiga orang.

Dan kalau rata-rata punya dua orang anak saja, ditambah ibunya (Istri), berarti berjumlah 96 orang diluar dari kami yang jumlahnya 32 orang, kami disini masih bisa menahan diri batas bisa makan, bagaimana dengan anak-anak yang ditinggalkan.

Seandainya dalam satu minggu ini tidak ada kejelasan kami minta dikembali kekampung halaman dan mencari pekerjaan. Hal ini diakui Yadi, 30 tahun ayah dari dua orang anak ini kepada Beo.co.id.

Sejauh ini belum diperoleh keterangan dari Direktur Utama CV. ARTHA GRAHA KARYA, atau Direktur/ Kepala Cabang Prop. Bengkulu, dan belum diketahui siapa direkturnya?. Dan bertanggungjawab atas pembayaran uang pemborongan (upah kerja) buruh.

Selama lebih kurang satu jam BEO.co.id berada dilokasi dan bincang-bincang dengan pekerja, tidak ditemukan Konsultan Pengawas dari PT.NUSA MANDIRI PERSADA, dan pengawas teknis baik dari pihak RSUD Dua Jalur Curup, maupun dari Dinas PUPRPKP Rejang Lebong, tak heran belum ada penjelasan resmi dari mereka.

Bagaimana hasil opname dengan yang memborongnya, dari CV. ARTHA GRAHA KARYA, kepada Mandor dilapangan. Sebagai penanggungjawab pekerjaan, apakah secara teknik sudah memenuhi syarat sesuai renaca anggaran biaya (RAB), sesuai atau tidak jenis barang yang digunakan, belum diketahui. (***)

Investigasi Reporting/ Penanggungjawab : Gafar Uyub Depati Intan.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Get in Touch

Related Articles

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,504PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan

Latest Posts