spot_imgspot_img

Sungai Udik Diduga Tercemar Bekas Limbah PT. JR, Masyarakat Ketenong II Keluhkan Air Bersih

LEBONG, BEO.CO.ID – Masyarakat Desa Ketenong II, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, keluhkan air bersih dan menduga tercemarnya Sungai Udik akibat bekas limbah PT. Jambi Resources (JR).
Disampaikan oleh masyarakat Ketenong II, Antoni (25) tahun mengatakan, diduga terjadi pencemaran Sungai Udik yang melintasi sepanjang Desa Ketenong II sudah berubah warna, patut diduga tercemar dan tidak hanya sungai termasuk lingkungan, dampak dari itu masyarakat disekitar diwilayah sungai Udik tidak bisa mengkonsumsi air dari sungai Udik.
“Dugaan pencemaran sungai tersebut terjadi, walau pun PT. RJ tidak lagi produksi, kita mengindikasikan ini disebabkan bekas limbah batu bara masyarakat tidak berani mengkonsumsikan air Sungai Udik lagi,” terangnya kepada Beo.co.id, Rabu sore (24/2).
Lanjut dia, samping itu ada khawatiran masyarakat terhadap dugaan pencemaran Sungai Udik yang merupakan salah satu penyuplai air persawahan warga Ketenong II dan sekitarnya, ditakutkan persawahan masyarakat gagal panen pasca turun yang sudah berjalan.
“Kita sangat khawatir gagal panen dengan luas sawah hampir 20 hektar, mengingat indikasi dugaan tercemar air sungai yang sudah berubah warna dan sebaliknya juga lingkungan (mata air tanah) yang tidak jauh dari PT. RJ,” ungkapnya yang juga menjabat Kadus III Ketenong II.
Sementara itu, dia juga menjelaskan kerberadaan pengembangan jaringan perpipaan SPAM di Desa Ketenong I dan Desa Ketenong II (DAK PENUGASAN) yang dilaksanakan CV. MEYSA KONSTRUKSI bersumber dari APBD Kabupaten Lebong dengan nilai kontrak Rp. 700 juta tahun 2019 yang lalu.
“Posisi pipa itu jauh dari lokasi permukiman warga, jadi tidak kenai, jadi kami masyarakat belum menikmati seutuhnya bangunan itu,” pintasnya
Dia berharap pemerintah daerah dan dewan terhormat untuk turun ke lokasi mengcros cek langsung ke lapangan, dengan tujuan melihat kondisi riil yang ada dilapangan atas dugaan tercemar Sungai Udik dan pendistribusian air bersih masyarakat.
“Kami minta pemerintah dan dewan untuk turun kelapangan, biar tahun dugaan pencemaran ini serta bisa memberi solusi baik soal pencemaran dan air bersih,” tutupnya.
Media ini belum melakukan konfirmasi kepihak PT. Jambi Resources di Ketenong II dan dinas terkait, sampai berita ini diturunkan.

Pewarta : Sbong Keme

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,876PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts