Tiga Lahan Tanaman Padi Petani Embong Uram “Punah,” Dilaunching Bupati Menghijau

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Varietas Hibrida Bridantara 8 yang sebelumnya terancam “punah” kini tumbuh kearah yang lebih baik, (13/4). Dok Beo.co.id/Lebong

LEBONG, BEO.CO.ID – Perjuangan kegigihan petani Embong Uram, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu bersama dinas terkait tidak pernah surut alias pantang menyerah, kini mulai menuai harapan.

Pasalnya, gerakkan menanam secara mandiri oleh petani yang telah dilaunching oleh Bupati Lebong bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebelumnya terancam gagal akibat serang hama, kini mulai terlihat tumbuh dengan baik.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Perkan) Kabupaten Lebong, Hedi Parindo melalui Kabid Penyuluhan, Cuncun Almajusi mengatakan bahwa selama ini diakibatkan kondisi cuaca yang ekstrem dan serang hama penyakit pada musim kemarin, sempat membuat petani putus asa.

“Kita sudah melakukan pengendalian, untuk dilakukan pengamatan dan mengenalan dulu apa penyebabnya, kita sudah beberapa kali turun kelapangan yang pertama pengendalian menggunakan pestisida karena waktu itu kelembabannya yang cukup tinggi. Sudah itu menggunakan insektisida untuk pengendalian mencegah hama, ulat gading, alhamdulillah. Baru kita anjurkan petani untuk melakukan pemupukan,” ungkap Cucun di ruang kerjanya, Rabu (12/4) kemarin.

BACA JUGA :  Habiskan Anggaran Miliaran, Baru Direhab Masjid Agung Sultan Abdullah Bocor

Sambungnya, untuk umur padi hampir dua bulan ini, dilihat kondisi saat ini perkembangannya kearah yang cukup baik. Dan pihaknya juga tetap melakukan monitoring dan pemantauan pertumbuhan perkembangan padi petani sampai menghasilkan (panen).

“Kita juga mengajak petani amati dulu, kenali dulu hamanya, baru dilakukan pengendalian, selama ini petani tidak melakukan itu,” tambahnya.

Penanaman ulang menggunakan varietas Mekongga yang sebelumnya menanam varietas Hibrida Bridantara 8 tidak dapat diselamatkan (mati), pengambilan foto (13/4/23). Dok Beo.co.id/Lebong

Lanjut dia berharap kepada program MT II selanjutnya, kepada petani untuk melakukan pengelolahan tanah baru menentukan jadwal tanam serentak. Ia juga mengakui terdapat tiga lahan yang tidak dapat diselamatkan (padi mati-Hibrida Bridantara 8), dua lahan mengikuti tanam ulang dan satu lahan lagi tidak mengikuti dikarenakan ada kesibukan panen di Kota Baru sampai Bentagur (Tangua).

“Untuk Petani yang ikut tanam ulang Tobak, Uyun termasuk yang saya sendiri sudah tanam ulang dengan menggunakan varietas Mekongga, karena Mekongga ini kan dilihat indukannya IR 64 toleran terhadap hama penyakit,” tuturnya.

Penanaman ulang menggunakan varietas Mekongga, (13/4). Dok Beo.co.id/Lebong

Terkait anggaran pemantauan yang dilakukan oleh dinas Pertanian Lebong, dia mengatakan menggunakan anggaran pengamatan dari di MT II dan didukung oleh anggaran pemerintah desa setempat.

BACA JUGA :  Atlit Muda Taekwondo Asal Uram Jaya, Aura Siap Bertarung di Seluma

“Kegiatan ini masuk dianggaran pengamatan, monitoring dan pemantauan MT II walau pun belum mulai, selain itu didukung oleh anggaran ketahanan pangan dari desa yang ikut serta membantu,”sampainya diakhir. (Eluban RI/Sbong Keme)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org