spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Uji Coba Paralayang di Bukit Pabes, Disparpora Lebong Masih “Ngutang”

LEBONG, BEO.CO.ID – Ironis, berhembus kabar ide dan gagasan wacana menikmati keindahan Bumi Swarang Patang Stumang dari ketinggian ternyata tidak berjalan mulus. Seperti halnya, mecuat cerita lain uji coba Paralayang perdana di Bukit Pabes yang dimotori oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu ternyata masih menyisakan “utang.”

Sisa tagihan atau utang tersebut dijelaskan langsung Ketua Merapi Sekepberatoi Paralayang Klub Pelopor Paralayang Indonesia Komisariat Bengkulu, M. Dian Amsyah Ramadhan kepada media ini mengatakan bahwa untuk menindak lanjuti surat bernomor :00107/KBK/M-SBK.BKL/VII/2022 belum adanya niat baik dari Disparpora untuk menyelesaikan pembayaran kegiatan penentukan lokasi takeoff dan lending dan dilanjut surat kedua dengan nomor : 00108/KBK/M-SBK.BKL/VIII/2022.

“Termasuk pembukaan areal takeoff dan uji coba terjun solo perdana pada tanggal 3 dan 4 Juli 2022 di Bukit Pabes sampai hari ini masih ngutang belum lunas, pembayaran jasa sisanya Rp. 9 juta dari total Rp. 16 juta rupiah,” ujar Dian Udud sapaan akrabnya sehari-hari kepada Beo.co.id, Sabtu (6/8/22).

Secara tegas dia menyampaikan kepada Disparpora Kabupaten Lebong untuk segera menyelesaikan, apa menjadikan kewajiban dan hak jasa Paralayang yang telah melakukan uji coba beberapa waktu lalu.

“Kita minta kepada dinas terkait untuk serius membayar sisa yang belum diselesaikan dan benar-benar serius untuk membuka olahraga Paralayang ini di Kabupaten Lebong,” sampainya.

Hal senada juga disampaikan Rafik Sani yang tergabung dalam komunitas tersebut. Dia mengatakan wacana dihadirkannya Paralayang harus memiliki perencanaan anggaran yang matang. Dan dirinya menyebutkan, jangan sampai mengudang paradigma negatif ditengah masyarakat, cukup lah peristiwa POPDA Lebong.

BACA JUGA :  Pasar Rakyat Pelabuhan Talang Leak 'Sudah Menahan Tersangka, Sekarang Jadi Sarang Hantu'

“Jangan seperti ini, namanya buat malu bupati dan Kabupaten kita masa jasa sudah dipakai kok belum bisa dilunasi. Kita malu juga sama-sama teman-teman komunitas Paralayang yang ada,” lugas Rafik berkomentar.

BACA JUGA :  Menjelang Mutasi, Komisi I Wilyan Bachtiar Ingatkan Bupati Lebong

Lanjut Rafik menuturkan, bahwa telah sampaikan surat tagihan tersebut secara resmi ke Disparpora Kabupaten Lebong tertanggal 3 Agustus 2022 yang lalu. Terus dia juga menjelaskan, sampai saat ini belum direspon dan ditanggapi serta kapan akan dilunasi jasa kegiatan uji coba Paralayang tempo hari.

“Saya berharap ada jalan solusi terbaik dari Pemkab Lebong khusus Disparpora Lebong yang telah memakai jasa mereka, mengingat nama baik daerah kita,” demikian yang disampaikan Rafik Sani.

Media ini belum berhasil mengkonfirmasikan Bupati Lebong dan Plt Kadis Parpora Kabupaten Lebong sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan secara resmi. (Sbong Keme)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,504PengikutMengikuti
PelangganBerlangganan

Latest Posts