Wahhh !!! Polisi Larang Demo Soal Deposito APBD Lebong Ke Polda Bengkulu

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BENGKULU, BEO.CO.ID – Lantaran perayaan hari Natal dan Tahun Baru, Polisi melarang aksi demo Deposito APBD Lebong di depan markas Polda Bengkulu.

Sebelumnya aksi demo menuntut transparansi soal Deposito APBD Lebong  tahun 2021 tersebut telah dilakukan Aliansi Suara Masyarakat Lebong di kantor DPRD kabupaten Lebong Senin 26 Desember 2022 kemarin dan rencananya akan dilanjutkan kembali hari ini (27/12/202) ke Polda Bengkulu.

Dilansir dari halaman resmi radarlebong.id Pembatalan aksi demo tersebut disampaikan penanggung jawab aksi Harlis Sang Putra sekira pukul 10. 30 WIB saat dihubungi via handphone. Dia menyebut jika lanjutan aksi demo ke Polda Bengkulu tersebut di mundurkan karena saat aksi demo Senin (26/12/2022) kemarin mereka mengaku bersitegang dengan  Kasat Intel Polres Lebong.

“Kemaren itu agak bersitegang dengan Kasat  Intel, soal lanjutan demo ke Polda bengkulu.  Kalau kamu makso ke bengkulu, kito tengok ajo siapo tahan, tahan kami tahan kamu,”  sebut Harlis.

Alasan pencegahan aksi demo tersebut, kata Harlis, adalah alasan klasik, karena sedang Natal dan Tahun Baru.

“Posisi orang Polda sudah dipencar untuk ops lilin itu, jadi idak ado orang. Mangkonyo, malam tadi, yo sudah kami sepakat mundur dulu untuk bergerak. Padahal, memang rencano sekitar jam 1 atau jam 2 an kami mulai bergerak ke Bengkulu. Kami dikepung intel. Jadi, itulah, aksi kami ini ditunda dulu bang, sampai sudah tahun baru, sekitar awal awal bulan depan lah,” kata Harlis.

Kapolres Lebong AKBP Awilzan SIK melalui Kasat Intelkam Polres Lebong Iptu. Irwan Saragih SH dikonfirmasi radarlebong.id melalui pesan WhatsApp terkait penundaan lanjutan aksi dari Aliansi Suara Masyarakat Lebong membantah jika dirinya melarang aksi demo lanjutan ke Polda Bengkulu.

” Itu info yang tidak benar om, Saya tetap memberi ruang asal mematuhi  aturan sesuai undang-undang No 9 tahun 1997. Yang memberi statemen seperti itu siapa om,” tanya Kasat Intel.

Dirinyapun menegaskan, larangan kelompok aksi untuk ke Polda Bengkulu itu tidak benar.

” Malah saya dengan anggota sudah siap untuk mengawal mereka sampai ke Polda,” ungkapnya seperti dilansir dari halaman radarlebong.id.

Sementara itu Koordinator Lapangan (Korlap, red) demo Aliansi Suara Masyarakat Lebong, Yudi Hariansyah mengatakan pihaknya akan menunggu selama 2 minggu kedepan apakah DPRD Lebong menindaklanjuti tuntutan pihaknya ini atau justru sebaliknya.

Yudi, menyatakan kurang puas dengan jawaban anggota dan pimpinan DPRD Lebong saat pertemuan dengan massa aksi pada rapat internal DPRD Lebong Senin (26/12/2022) kemarin.

“Kita tunggu saja selama 2 minggu kedepan, apakah wakil rakyat ini benar-benar menjalankan tuntutan-tuntutan yang sudah kita sampaikan dalam rapat tersebut,” ujar Yudi.

Meski dalam pertemuan antara anggota dan pimpinan DPRD Lebong bersama pihaknya dewan memberikan penjelasan atas tuntutan pihaknya, Yudi menilai jika itu hanya argumen tanpa dasar yang tidak disertai dengan bukti otentik.

“Kalau hanya berargumen tanpa bukti, sama saja omong kosong. Kalau mereka (dewan, red) harus membuktikan apa yang disampaikan dalam rapat tadi dalam waktu 2 minggu kedepan, termasuk membentuk Pansus dan Hak Angket,” tegasnya. (***/Sumber Radar Lebong)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org