spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

120 Ha Padi Sawah Kerinci Diserang HBD, Terancam Gagal Panen

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KERINCI, BEO.CO.ID – Sedikitnya 120 hektar Padi Sawah Produktif (fungsional) diserang penyakit HDB (Hawar Bakteri Daun) Desa Air Betung,  Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Prop. Jambi, bantuan obat yang diberikan tidak cukup, jenis obat FUNGSIDA MERK DAGANG KUPROXAT, untuk mencegah serangan penyakit HDB (Hawar Bakteri Daun-Red), kata Readi Hermawan, SP kepada Beo.co.id, (11/6/2023) lalu.

Dalam surat laporan peringatan dini sudah disampaikan ke Dinas Pertanian oleh Nanang Asponi  petugas PHP Gunung Kerinci, (5/6/2023) lalu, dengan laporan sebagai berikut.

Wilayah pengecekan Kecamatan Gunung Kerinci. jenis tanaman Padi Sawah. Di chek 5-6-2023, dengan lampiran ke 1 (satu). rekomendasi Pengendalian Penyemprotan Bakterisida dan Fungisida. lokasi Desa Air Betung. jenis OPT Hawar Bakteri Daun. umur tanam 50 hari. luas tanaman 120 hektar.terserang 100 hektar. inti serangan 76,2 persen. Dengan luas tanaman serangan 20 hektar.

Umar 46 tahun petani Padi saat di konfirmasi di kediamannya Desa Air Betung, Sabtu (24/6/23), mengatakan, ‘’kami sudah menerima bantuan obat merk Dagang Kuproxat dari Dinas Pertanian melalui PPL sebanyak enam botol, guna  untuk mengobati serangan penyakit terhadap tanaman padi, dan obat tersebut sudah kami semprotkan.

Lanjutnya, bantuan obat dari Dinas Pertanian” tidak cukup “karena 6  botol obat hanya dapat disemprot seluas untuk 1 hektarpun kurang, sementara Padi terserang penyakit seluas lebih kurang 20 hektar.

Saya minta kepada petugas Dinas Pertanian, mari turun kelapangan untuk melihat langsung  serangan penyakit padi, dan sekaligus  memberikan solusi agar kami tidak terancam gagal panen ungkapnya.

Redi Hermawan, SP saat di konfirmasi Beo.co.id diruang kerjanya  Senen (11/6/23) Saya sudah memberikan  bantuan  obat komproxsek sesuai dengan luasan serangan penyakit seluas 2 hektare, sesuai dengan laporan koordinator  PPL dan PHP setempat, jadi bantuan sudah terpenuhi, bila bantuan kurang-kurang dinas tentu akan berbuat dan tidak akan membiarkan petani gagal panen kilahnya.

Dengan adanya perbedaan keterangan antara Redi Hermawan dengan Dinas Pertanian Kabupaten, Umar Petani Padi, Koordinator PPL, dan petugas PHP (Petugas Hama Penyakit) Gunung Kerinci tentang serangan penyakit Padi, yang hingga kini belum teratasi, sehingga unsur  ketidak percayaan petani kepada Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci, kian menyeruak.

Dari pengamatan Wartawan BEO.co.id, selain dikeluhkan para petani minimnya bantuan obat, diberi Dinas Pertanian 6 tabung, hanya bisa menyemprot 2 hektar lahan, sedangkan serangan parah hama bakteri daun 20 ha dari 120 ha yang terancam berat, sangat tidak memungkinkan menyelamatkan ‘’gagal panen’’ karena kondisi dilapangan dari hari kehari semakin parah.

Kadis Pertanian dan Bupati Kerinci, harus turun tangan langsung kelapangan, jangan sampai terjadi pembiaran, ini muaranya soal perut. Jika 120 ha sampai gagal Panen, akan ratusan warga Desa Air Betung, akan terancam kelaparan, usai MT (Musim Tanam) kali ini.  

Jika Dinas Pertanian Kerinci tidak punya dana untuk membeli obat yang cukup, segera lakukan kerjakan keras ke Gubernur Jambi, dan jika Gubernur juga tidak ada dana, segera usulkan ke Presiden RI di Jakarta, masalah serangan hama tidak bisa dibiarkan, ini akan berdampak pada kebutuhan pangan daerah dan nasional. Pengadaan Pangan dan  Sandang, program Nasional Presiden. Jangan sampai pembiaran? (***)

(BEO.co.Id/ Gafar Uyub Depati Intan/ Ismet Inono).

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org