spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bangunan Irigasi Desa Bajok Terindikasi Cacat Mutu, Ini Kata Konsultan Teknis

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Bangunan irigasi kurang panjang 50 meter yang ambruk diduga tidak dibukanya galian tanah saluran sesuai dengan petunjuk teknis dipasang asal jadi (Bangunan Atas). Dok Beo-Lebong (23/9).
Irigasi yang baru dibangun ini dapat mengaliri air persawahan masyarakat desa Bajok diperkirakan 7 sampai 8 hektar lahan produktif melalui Bioa Sipang (Air Simpang). Dok Beo.co.id/Lebong

LEBONG, BEO.CO.ID – Pasca ambruk dan retak pembangunan irigasi tersier di Desa Bajok, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, patut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis atau kerangka acuan kerja (KAK) yang terindikasi “cacat mutu” hingga menuai tanggapan konsultan teknis.

Terlihat jelas lantai irigasi mengalami retak kurang lebih sepanjang 3 meter (dilokasi bangunan bawah – sambungan bangunan atas) usaikan dikerjakan 1 Minggu pasca hujan deras beberapa waktu lalu. Dok Beo.co.id – Lebong

Hal itu diutarakan salah satu konsultan teknis yang enggan nama ditulis oleh media ini mengatakan, pembangunan jaringan Irigasi Tersier mengalami ambruk dua titik pasangan hingga jebol dan retak beberapa titik patut diduga kuat tidak mengikuti perencanaan acuan kerja sebagaimana mestinya.

“Setelah dilihat dari pemberitaan sebelumnya, patut diduga tidak dibukanya galian tanah saluran sesuai dengan petunjuk teknis dan di pasang asal jadi serta diragukan kualitas dan kuantitas konstruksi bangunan itu,” ujar sumber kompeten, Minggu (24/9) dikediamannya.

Selain itu, menurut sumber lagi menjelaskan, diitem pemasangan batu lantai patut pula diduga dilokasi titik rawan yang terkena dampak bencana, kondisi tanah tidak labil sejak mengalami penurunan akibat hujan cukup tinggi serta galian pasangan dan lantai irigasi perlu menjadi perhatian serius oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di desa.

BACA JUGA :  Kecam Israel, Puluhan Massa Aksi di Lebong Gelar Aksi Bela Palestina

“Tentu hal tersebut, menimbulkan dugaan indikasi galian pondasi dan pasangan batu tidak sesuai spesifikasi teknis dalam pembangunan irigasi tersebut. Dan sudah barang tentu bangunan tersebut dibongkar dan diperbaiki,” terangnya.

Termasuk dalam pekerjaan adukan semen dan pasir, idealnya adukan dengan spek 1: 4 atau 163 gram semen kurang lebih 3 sak dan pasir pasangan koefesien 0,52 M3 (meter kubik) dan batu kali/belah dengan koefesien 1,2 M3.

“Maka itu, perlu juga melihat dulu speksifikasi teknis pekerjaannya atau acuan pekerjaan mereka, justru kita juga mengedepankan asas praduga tak bersalah atas pembangunan yang tengah berjalan ini, kendati ada akan diperbaiki,” demikian disampaikan sumber kompeten.

Sementara itu, ketika awak media ini meminta tanggapan kepada Pjs Kades Dahari, Am. Pd yang berhasil dijumpai, terkait pembangunan jaringan irigasi tesier didesanya, namun sangat disayangkan belum dapat berkomunikasi lebih jauh, Pjs Kades meminta pamit dan bergegas pergi meninggal awak media.

Pasalnya, dia (red – Pjs Kades Bajok) menyampaikan ada warga yang meninggal dunia dengan terburu – buru ingin pergi melayat kesana, setelah media ini memperkenalkan diri, sampai informasi ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak yang bersangkutan. (RN/SB)

BACA JUGA :  Nyaris Terancam Putus, Pjs Kades Tunggang Usulkan 1 Jembatan Produktif Petani

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org