27.4 C
Jakarta
Sabtu, Juni 19, 2021
spot_img

Latest Posts

Diduga Gunakan B3, Puluhan Ribu Ikan Mati Sepanjang Sungai Batang Merao Kerinci

KERINCI, BEO.CO.ID – Diluar dugaan masyarakat dari beberapa desa baik yang memiliki Ikan Peliharaan di Lubuk Larangan, maupun di Batang Sungai Merao yang kaya akan Ikan itu, sama sekali tak menduga, mereka dikejutkan dengan pemandangan Ikan terapung mati di Sungai Batang Merao, setidaknya disepanjang 9 km dari Desa Tanjung Genting Mudik ke Siulak Tenang dan Kelurahan Siulak Deras, ibu Kota Kecamatan Gunung Kerinci.
Berikut petikkan dari laporan Marhaen Jurnalis Media Online Beo.Co.id, Sungai Merao Kerinci yang berhulu di Desa Sungai Gelampeh, Kerinci Hulu membentang dari Deesa Sungai Gelampeh, Tanjung Genting Mudik, hingga ke Desa Siulak Tenang, dan Kelurahan Siulak Deras sebelah barat.
Pengracunan Ikan diduga menggunakan B3, (Bahan Berbahaya dan Beracun), diduga menggunakan Vutasi atau zat beracun lainnya, namun sejauh ini belum dikethui siapa pelakunya?. Dan masalah ini telah dilaporkan lima (5) kepala desa ke Polres Kerinci di Kota Sungai Penuh, Jambi.
Laporan pengaduan ke Polres Kerinci dikomandoi oleh Kepala Desa Sungai Batu Gantih, Suardesi. Menurut Kades Suardesi sekitar pukul 11.00 WIB, dia mendapat dari saudara Delton Kades Tanjung Genting Mudik yang intinya, bahwa Ikan yang ada di Sungai Batang Merao telah diracuni oleh oknum tak bertanggung jawab.
Suardesi setelah menerima informasi lewat viahp langsung bergegas pulang dari ibu Kecamatan Gunung Kerinci di Kelurahan Siulak Deras menuju desa Tanjung Genting mengejar informasi yang disampaikan saudara Dlton, sejauh mana kebenarannya?.
Dari pertemuan Suardesi dengan Kades Delton, diperoleh ‎Informasi ada 4 oknum yang dicurigai disinyalir meracuni Ikan sudah kita kantongi identitasnya dan di laporkan ke Polres Kerinci lansung  ditangani oleh Bidang Ekosistem dan hari ini juga kami membuat laporan tertulis, paparnya.
Adapun peristiwa kejadian dugaan Vemutasan (meracuni Ikan, red) di lakukan di jembatan yang disebut Sungai Nyuhuk wilayah desa Tanjung Genting (diujung Desa Tanjung Genting Mudik).
Kerugian yang terjadi lanjut Suardesi berdampak lansung  ke beberapa Peliharaan Ikan di Lubuk Larangan seperti Tanjung Genting Mudik, Tanjung Genting Dusun Induk (dusun lama), Simpang Tutup, Sungai Batu Gantih (dusun lama), Sungai Batu Gantih Hilir.
Dan Kades Sungai Gelampeh, kendati desanya tidak terkena dampaknya, juga ikut berpartisipasi dalam membela dan menjaga kelestarian ekosistem yang ada, Pjs Kades Tomi Jepisa ikut ambil bagian, katanya.
Diperkirakan kata Suardesi, Tanjung Genting dan Simpang Tutup bisa dikatakan hampir 100% Ikan yang ada dalam Lubuk Larangan habis, punah, mati karna racun dan Vutas yang ditaburkan oleh oknum yang tak bertangung jawab itu.
Dijelaskan Suardesi khusus Lubuk Larangan Sungai Batu Gantih ( Lubuk Batuah ) yang selama ini menjadi Ikon 11 desa dimudik ikut menjadi korban lebih kurang 15% Ikan di Lubuk Larangan mati akibat perbuatan tangan-tangan jahil pelaku.
Untung saja kata suardesi petugas bumdes (badan usaha milik desa) POKMASWAS cepat mengambil sikap atas kejadian tersebu dengan mengatasi menaburkan air asam dan garam ke lubuk larangan untuk mengatasi lebih cepat. (***)

 

Latest Posts

Don't Miss