spot_imgspot_img

Jalan Ekonomi Lintas Barat Lintang Empat Lawang – Kepahiang Rusak Berat

Perjalanan Jurnalis Bidik’07 Elang OposisiBEO.CO.ID 
  • Jalan Lintas Perbatasan Kepahiang (Bengkulu) menuju Pagar Alam (Sumatera Selatan-Palembang) dari Desa Tangga Rasa (Sikap Dalam) – Simpang Perigi (Ulu Musi) rusak berat.

SUMSEL, BEO.CO.ID – Cukup miris jalan lintas provinsi perbatasan Kepahiang – Pagar Alam yang menghubungkan antar desa lebih tepatnya mulai dari Desa Tangga Rasa, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan sampai perbatasan Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu yang terkesan “terlupakan.”

Dari pantauan lapangan oleh awak media ini, 16 Oktober 2021 mulai dari gerbang perbatasan Kepahiang – Muara Langkap (Bengkulu), Kecamatan Bermani Ilir yang hubungi dua Kecamatan Ulu Musi – Sikap Dalam mengarah ke Pagar Alam (Sumatra Selatan) ratusan beberapa spot titik jalan provinsi mengalami rusak, retak dan berlobang.

Bahkan, kondisi itu di perparah ada dua titik ruas jalan mengalami amblas dan belum sampai saat ini diperbaiki. Kendati dijuluki kawasan kawo (perkebunan kopi) dan kawasan prioritas nasional belum berdampak positif untuk percepatan pembangunan perekonomian masyarakat setempat.

Warga pengguna jalan, Aan (34) mengatakan, sebagai warga perbatasan sangatlah miris melihat kondisi jalan provinsi yang hubungi Kepahiang (Bengkulu) ke arah Tangga Rasa (Pagar Alam- Palembang). Diperkirakan hampir setiap jalan provinsi antar desa diwilayah tersebut mengalami rusak, mulai dari rusak ringan, sedang dan rusak berat (amblas).

“Ini jalan perbatasan antara dua kabupaten sangatlah parah, kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah Empat Lawang untuk melaporkan ke pemerintah Provinsi di Palembang,” ungkapnya.

Menurutnya, jalan yang rusak ini di perbatasan panjangnya diperkirakan sekitar 25 Kilometer sudah seperti kubangan kerbau. Bahkan sering banyak berjatuhan korban saat hujan karena jalannya licin dan terjadi kendaran terguling.

“Akibat jalan rusak perekonomian warga terganggu dan lamban percepatan pembangunan perekonomian masyarakat yang dijuluki Kampung Kawo daerah kawasan perdesaan prioritas nasional,” tuturnya kepada wartawan Bidik’07 Elang Oposisi.

Hal senada juga disampaikan salah satu pengguna jalan, Ari (25) masyarakat Desa Tangga Rasa yang kerap keluar desa sampai ke Bengkulu dan Kabupaten tetangga, ia menambahkan, tidak hanya jalan rusak dan berlobang.

Termasuk juga menjadi perhatian serius yaitu tebas bayang disisi kiri-kanan jalan tidak dilakukan oleh OPD teknis dari PUPR Provinsi Sumatera Selatan (Palembang), mengingat kondisi jalan telah menyemak ditumbuhi rumput liar dan menyelimuti jalan provinsi tersebut.

“Kita berharap kepada pemerintah provinsi dan OPD teknis untuk memperbaiki jalan, guna memastikan kenyamanan dan selamatan pengguna jalan,” tutupnya.

Rumput liar menyelimuti jalan lintas Kepahiang – Pagar Alam. Dok, BEO.CO.ID

Pewarta : Sbong Keme

 

 

 

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts