spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lapor Bupati Lebong Jalan Uram Jaya Berlobang Lagi, “Kabid BM Pastikan 2024 Seluruh Jalan di Lebong Mulus”

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

LEBONG, BEO.CO.ID – Akses ruas jalan di Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, provinsi Bengkulu kembali berlobang, yang notabene tempat masa kecil orang nomor 1 di bumi Swarang Patang Stumang saat ini, perlu adanya perbaikan atau pun peningkatan pembangunan jalan.

Dari pantauan lapangan, terlihat dilokasi puluhan titik jalan berlobang hingga membentuk cekung dan cembung, seperti jalan desa Pangkalan dan dipersimpang 3 Tangua, serta desa tetangga, yaitu Kota Agung terdapat beberapa titik jalan tersebut berlobang.

Ditahun sebelumnya jalan tersebut sempat ditambal (diperbaiki) oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (DPUPR-P) Kabupaten Lebong melalui bidang Bina Marga (BM) di tahun 2021, kini kembali membentuk cekung dan cembung (rusak/berlobang) menghiasi jalan tersebut.

Kondisi jalan persimpangan 3 Tangua, terlihat yang ditambal kini kembali berlobang. Dok Beo.co.id/Lebong
Terlihat jalan berlobang digenangi air di Desa Tangua, Kecamatan Uram Jaya, Lebong. Dok Beo.co.id/Lebong

Ditargetkan Ruas Jalan Kabupaten Lebong Mulus 2024

Dari informasi beberapa awak media memberitakan, ditargetkan sampai 2024 mendatang ruas jalan diwilayah Kabupaten Lebong mulus, hal itu diungkapkan oleh Kabid BM, Haris Santoso yang akan menargetkan infrastruktur jalan tersebut mulus.

Kondisi jalan menuju desa Sungai Lisai yang belum dibangun. Dok Beo.co.id/Lebong

Penulis kembali mengingatkan komitmen tersebut, bukan hanya sebatas “katanya” perlu pembuktian, semoga bukan pembualan untuk memberi angin segar sesaat kepada masyarakat bumi Swarang Patang Stumang, menuju Kabupaten Lebong Bahagia & Sejahtera.

Berkaitan dengan pembangunan infrastruktur jalan bakal mulus tersebut, semua pihak akan menunggu sampai 2024 yang akan datang, sesuai informasi awak media yang telah berseliweran di publik, semoga sejatinya “celotehan bersuara merdu” itu dapat menjadi fakta yang nyata bagi masyarakat dan dapat direalisasikan.

Tidak hanya jalan Kecamatan Uram Jaya menjadi perhatian khusus dan agar terjadinya pemerataan pembangunan, tidak kalah pentingannya akses jalan menuju desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis sampai detik ini belum rampung mencapai 100 persen (jalan tanah), dari catatan lapangan jalan tersebut baru dibangun kurang lebih 2 kilometer dan 8,5 kilometer yang belum dibangun.

BACA JUGA :  Desa Pangkalan Sudah Salurkan BLT - DD 5 Bulan
Akses jalan menuju Sungai Lisai masih berlantai tanah bercampur lumpur. Dok Beo.co.id/Lebong

Tidak juga memcuri perhatian pemerintah daerah akses jalan (pengerasan) Turan Lalang, Kecamatan Lebong Selatan di bangun masa bupati pertama Drs. H. Dalhadi Umar, B.Sc sampai saat ini belum ada pembangunan peningkatan hingga kini telah ditumbuhi rumput liar. Tidak hanya akses jalan masyarakat Turang Lalang yang harus berlapang dada, termasuk desa Bukit Nibung, Kecamatan Bingin Kuning luput perhatian pembangunan pemerintah.

Akses jalan Turan Lalang belum disentuh peningkatan pembangunan. Dok Beo.co.id/Lebong
Kondisi jalan Turan Lalang puluhan tahun belum ada peningkatan. Dok BEO.CO.ID/LEBONG
Kondisi jalan Bukit Nibung

Hal yang sama juga dialami link jalan Tanjung Agung, Kecamatan Tubei menuju Danau Liang, Kecamatan Lebong Tengah sampai detik ini belum ditembuskan (red-Danau Liang), walau pun telah menjadi harapan puluhan tahun masyarakat setempat belum terakomodir penuntasannya.

Tak ketinggalan 2 Kecamatan Rimbo Pengadang dan Topos perlu juga menjadi bahan catatan penting pembangunan akses jalan antar desa maupun akses jalan perekonomian (akses wisata/perkebunan) yang perlu dilirik oleh pemerintah daerah, jika ingin membangun perekonomian masyarakat kalangan bawah. Dan tinggal jalan yang mana yang akan prioritaskan, apakah jalan poros atau jalan lingkungan dilingkup desa oleh pemerintah daerah.

Kondisi jalan Tanjung Agung -Danau Liang yang menghabiskan anggaran puluhan miliar. Dok/Internet

“Jalan kita ditahun sebelumnya sempat diperbaiki oleh Dinas PU Lebong, tapi kali ini kembali rusak dan berlobang, seperti desa Pangkalang dan Tangua,” ujar Indra warga Tangua saat mintai tanggapannya, Sabtu (26/11/22).

Dia juga menuturkan, guna perbaikan ataupun peningkat jalan hal yang wajar, pasalnya jalan Kecamatan Uram Jaya sudah puluhan tahun belum ada peningkatan pembangunan.

BACA JUGA :  Pemdes Pangkalan Gelar Sosialisasi Stunting

“Selagi bupati orang sini, kapan lagi ? jangan sampai menunggu korban kecelakaan baru jalan daerah ini dibangun,” harapnya.

Danau Liang, Kecamatan Lebong Tengah menuju PT Pertamina Energi Geothermal (PGE) Ulu Lais dengan kondisi jalan masih pengerasan puluhan kilometer, tembus ke Kecamatan Lebong Selatan. Dok BEO.CO.ID/Lebong

Hal senada juga diungkap L sapaan hariannya mengatakan bahwa jalan Kecamatan Uram Jaya sudah puluhan tahun belum ada peningkatan pembangunan. Ia juga berharap kepada pemerintah daerah menangkap aspirasi masyarakat kalangan bawah.

“Jalan kita ini dibangun sudah puluhan tahun belum dibangun (peningkatan), biar beberapa titik ruas jalan di Uram Jaya tidak genangi air lagi setelah hujan, kemungkinan ada pertimbangan dari pemerintah untuk membangun jalan kita,” ucapnya saat berbincang kepada wartawan Beo.co.id, Sabtu (26/11/22).

Kondisi jalan jembatan Kota Baru, Kecamatan Uram Jaya terlihat tidak mulus. Dok Beo.co.id/Lebong

DAK Turun dan DAU Tidak Naik Secara Signifikan 2022 – 2023

Dari informasi yang diperoleh transfer dana dari pemerintah pusat pada Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun anggaran 2023 mengalami penurunan dan diketahui Kabupaten Lebong penerimaan DAK terkecil se-Provinsi Bengkulu.

Diketahui DAK fisik Lebong tahun 2023 diperuntukkan untuk 3 bidang yakni bidang pembangunan jalan, bidang pendidikan dan bidang kesehatan. Untuk DAK bidang jalan dalam mendukung konektivitas daerah dialokasikan sebesar Rp 14,9 miliar. Selanjutnya, bidang pendidikan sebesar Rp 10,3 miliar dan bidang kesehatan Rp 3,5 miliar.

Sebaliknya dilihat dari Dana Alokasi Umum (DAU) tidak mengalami kenaikan secara signifikan, yaitu diangka Rp. 385.438.969.000,- tahun 2023 sedangkan tahun 2022 lalu Rp.  370.515.620.000. Media ini belum konfirmasikan ke Kabid Bina Marga PUPR Lebong sampai berita ini diturukan. (Sbong Keme)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org