spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

MT II Sungai Gerong Kembali “Dihajar” Handtracktor, 3 Hektar Gagal Petani “Gigit Jari”

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Kondisi lahan MT II yang gagal panen akibat serangan hama tikus dan telah dihandtracktor oleh petani desa Sungai Gerong, (7/6). Dok Beo/Lebong

Hedi Parindo : Petani Harus Ikuti Petunjuk

LEBONG, BEO.CO.ID – Setiap perjuangan pasti ada tantangan yang harus dihadapi, seperti nasib program prioritas Bupati Lebong Musim Tanam Kedua (MT II) di bidang pertanian dalam membangun ekonomi kerakyatan harus menelan pil pahit.

Pasalnya, kurang lebih 3 hektar (ha) sawah masyarakat desa Sungai Gerong, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong kembali dihajar handtracktor alias gagal panen akibat serangan hama tikus petani harus “gigit jari.”

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dispertan Kabupaten Lebong, Hedi Parindo disela usai mengikuti rapat bersama Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) Semester I Tahun Anggaran (TA) 2023 di Aula Gedung Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong, Rabu (26/7).

Ia mengatakan, pihak tetap melakukan upaya secara maksimal pengendalian terhadap hama tikus MT II yang menggagalkan sawah masyarakat, guna memastikan tidak berkembangnya hama tikus yang akan menganggu tanaman padi yang baru ditanam.

“Semestinya yang tidak dapat diselamatkan 1 bidang itu dibersihkan saja (Red – di Handtracktorkan), jika petani ingin menanam kembali dipersilakan, tapi lahan tersebut jangan biarkan agar tidak menjadi ladang tikus,” terang Hedi kepada wartawan ini.

BACA JUGA :  Kecam Israel, Puluhan Massa Aksi di Lebong Gelar Aksi Bela Palestina

Diakui oleh Hedi bahwa pihak telah menyebarkan jadwal dari mulai pengendalian, pengelolaan lahan lanjut pembenihan hingga turun tanam padi yang telah terjadwal dari dinas. Dan dia juga menjelaskan lagi, bahwa pihak petani di desa Sungai Gerong menanam di bulan 4 bukan di bulan 6 artinya tidak mengikuti jadwal dinas yang telah ditetapkan.

“Jadwal kita di bulan 6 (Juni), proses waktu penanaman juga perlu menjadi perhatian para petani untuk melihat perkembangan hama tikus,” tegasnya

Kembali tanya oleh wartawan media ini, mengapa penanaman di desa Sungai Gerong lebih dahulu, ia menjawab bahwa pihak sangat menghargai inisiatif langkah yang telah diambil oleh Pemdes Sungai Gerong dalam mengikuti program MT II.

“Untuk depannya mereka harus mengikuti petunjuk dan jangan gegabah, secara penetapan waktu teknis pengendalian sudah kita dapatkan, tinggal mau atau tidak. Lahan yang gagal diperkirakan kurang lebih 3 hektar, tidak hanya desa Sungai Gerong yang mengalami hal yang sama termasuk desa Suka Damai dan desa Bungin,” demikian disampaikan Hedi. (Eluban RI/Sbong Keme)

BACA JUGA :  Terpilih PPS di Lebong Akan Dilantik 26 Mei Hingga Jalani Bimtek
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org