27.2 C
Jakarta
Senin, Mei 10, 2021
spot_img

Latest Posts

PAMSIMAS, Bukan Tempat Cari Uang,Peningkatan Air Bersih Masyarakat Yang Gagal

KERINCI, BEO.CO.ID – PENGADAAN AIR MINUM BERBASIS MASYRAKAT (PAMSIMAS) DESA SUNGAI BATU GANTIH HILIR, KECAMATAN GUNUNG KERINCI, KABUPATEN KERINCI, JAMBI MENUAI MASALAH DANA DIKUCURKAN PEMERINTAH RP.308.000,000,- 2019 DITAMBAH DANA BEMDES/SWADAYA MASYARAKAT TOTAL JUMLAH RP.360.000,000,- SAMA SEKALI TIDAK MEMBERIKAN AZASMANFAAT, GAGAL BANGUNAN, PIHAK TERKAIT PENGELOLA DANA, FISIK, YANG “DIKETUAI FANDER ISTRINYA SANTIA SELAKU BENDAHARA, DAN WAKIL KETUA GUNAWAN, LEPAS TANGAN SEOLAH TAK BERDOSA.”
Pamsimas memang bukan tempat cari uang, melainkan salah satu pengabdian bagi kepentingan masyarakat akan air bersih layak minum, memberikan pelayanan maksimal agar bisa dimanfaatkan.
Jika Hendri Donel, ST.MT mengatakan dalam pembangunan Pamsimas Desa Sungai Batu Gantih Hilir, dia tidak dapat apa-apa dalam program tersebut. Memang bukan tempat cari uang dalam proyek tersebut.
Malah uang saya yang banyak keluar. Mengenai masalah ladang masyarakat yang longsor, Sawah tertimbun  saat uji coba memasukkan air dan pengoperasiannya, Wartawan jangan membesar-besarkan, jelasnya.
Bahkan Hendri Donel mengatakan, soal kasus ini sudah diselesaikan meskipun ada laporan, saat ditanya 2 ladang masyarakat yang di hantam longsor dan sawah masyarakat yang tertimbun saat pengetesan air Pamsimas Desa Sungai Batu Gantih Hilir. Itu dianggap sudah selesai. Dikutip kembali. Kita percaya dan mengharagai penyelesaiannya?
Namun, agak terasa janggal atas penjelasan Hendri Donel itu, kapan diselesaikan, dimana tempat penyelesaikannya, siapa-siapa saja yang dilibatkan dalam penyelesaian tersebut, apakah petani (pemilik ladang), atau siapa? Dan siapa pengambil keputusan, bahwa masalah Pamsimas itu sudah diselesaikan?
Redaksi media ini perlu menjelaskan, peran dan fungsi pers dan tugas Wartawan, hanya merekam peristiwa yang terjadi dan melakukan rekonstruksi ulang kejadiannya. Dasar dan paying Hukum UU No.40 tahun 1999 tentang Pers, tidak sama sekali membesar-besarkan, bukti luapan air dari bangunan penampung ke bak pembagi Pamsimas, hingga berdampak pada longsornya ladang warga dan tertimbun sawah yang Padinya sudah berumur lk satu bulan, milik Cik Umping itu.
Wartawan berkewajiban memberitakan kejadian/ peristiwa yang menjadi hak public untuk mengetahuinya, dana (biayanya) dari anggaran APBN yang dikeluarkan pemerintah, memang harus diawasi masyarakat, agar memberikan azas manfaat untuk masyarakat itu sendiri, bukan mubazier.
Solusi (jalan keluarnya) masalah belum bisa dimanfaatkan sama sekali Pengadaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Desa Sungai Batu Gantih Hilir, yang akan melayani kebutuhan masyarakat lebih kurang 1.500 jiwa penduduk setempat. Harus diselesaikan, pertama bagaimana Pamsimas yang dibangun itu bisa bermanfaat dan kedua masalah dengan masyarakat diselesaikan dengan baik, agar semuanya bisa berjalan aman dan nyaman.
Soalnya kasus ini sudah diadukan Abdul Hadi, salah satu tokoh masyarkat setempat ke Polres Kerinci tahun 2020, namun penyelidikan belum berjalan kata Abdul Hadi, kepada awak media ini. Buktinya belum ada tindak lanjutnya?
Karena masalah Pamsimas Desa Sungai Batu Gantih Hilir, gagal bangunan baik sebagian atau keseluruhan, buktinya tidak memberikan setetes air kerumah penduduk setempat sampai saat ini. Maka perlu dibentuk tim independen untuk mempelajarinya, ada tidaknya kerugian terhadap keuangan yang telah dikucurkan itu.
Dari keterangan dan data dikumpulkan Tim Wartawan Gegeronline dan Beo.co.id, masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam pengelolaan Keuangan, Ketua Panitia dan Wakil Ketua, dan keterlibatan secara teknis Fasilitataor (pendamping) dilapangan dan pengawas diinternal Cipta Karya Dinas PUPR Kerinci dan tim, justru diduga mengelak bertanggungjawab alias cuci tangan. (*)

Laporan                :  Marhaen Dj.SiB Liputan Bengkulu-Jambi

Editor/Penulis      :  Antu Kudung Siulak

Latest Posts

Don't Miss