Pembuangan Sampah Liar, Harus Ada Solusinya…Sungai Penuh Jadi Kota Sampah?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PEMBUANGAN PRODUKSI SAMPAH MASYARAKAT KOTA SUNGAI PENUH, PROPINSI JAMBI, MENCAPAI 20 TON/ HARI, BERARTI SEKITAR 600 TON/ BULAN JIKA ANGKA ITU BENAR?. IRONISNYA KOTA BERSTANDAR SEDANG INI, PRAKTIK PEMBUANGAN SAMPAHNYA BERLANGSUNG SECARA LIAR, SEJAK AWAL JUNI, KARENA 31 MEI 2022 BERAKHIR (HABISNYA) MASA PERJANJIAN PEMBUANGAN SAMPAH DI RENAH KAYU EMBUN, (RKE) TERSEBUT. SESUAI SURAT YANG DITANDA TANGANI WAKIL WALIKOTA SUNGAI PENUH, ALVIA SANTONI.

RENAH KAYU EMBUN, DALAM WILAYAH KECAMATAN KUMUN DEBAI, KOTA SUNGAI PENUH, MASYARAKATNYA TELAH MEMBERIKAN KESEMPATAN PEMBUANGAN SAMPAH CUKUP LAMA DI RKE, TAPI SAYANG PEMKOT SUNGAI PENUH, SEBELUM HABISNYA MASA WAKTU YANG DIBERIKAN, BELUM MENYIAPKAN TPA-SAMPAH YANG LAYAK?.

Akibat kelalaian itu, akhirnya Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Sungai Penuh, mengambil inisiatif sendiri, membuang sampah secara liar ke km 14 hak Ulayat Adat empat Desa Belui, yang merupakan sumber AIR bersih dari daerah tersebut.

KM 14, sudah masuk Bukit Barisan (BB) yang membentang luas dipunggung bukit puncak Andalasan Sumatera. Km 14, sudah berada posisinya dalam Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), memang tidak boleh diganggu atau digunakan untuk pembuangan sampah, karena bertentangan dengan UU No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU No. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Terkecuali ada Izin Kementerian Kehutanan RI dan memenuhi persyaratannya.

Pembuangan selain dilakukan di RKE, Km 14 wilayah Ulayat/ Hukum Adat empat desa Belui, Kecamatan Depati Tujuh. Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Tanah kampong, dan Desa Sungai Ning Kecamatan Sungai Bongkal tepatnya di Km 10 Ranah Padang Tinggi (RPT), semua warga dalam wilayah desa mereka menolak pembuangan Sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Sungai Penuh, soalnya pertama bertindak liar tanpa Izin dan tanpa TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah.

Kedua mencemari anak-anak sungai sebagai sumber air minum masyarakat, jadi mereka tidak menolak pembangunan TPA-Sampah, tapi menolak pembuangan sampah disembarangan tempat, (semaunya).

Jika Dinas Lingkungan Hidup (LH) lamban mengambil langkah untuk membangun TPA Sampah yang layak dan berjangka panjang, tidak tertutup kemungkinan Kota Sungai Penuh, akan berubah fungsi menjadi Kota Sampah dan akan mengancam pencemaran kota secara besar-besaran.

Dan perlu difahami bersama oleh warga kota Sungai Penuh, produksi sampah bukan muncul (datang) dari individu-ibdivu. Datangnya dari kita, dampaknya kepada kita semua, sama dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Disinilah perlu dibangun kesadaran bersama, untuk mencari solusi terbaik. Sehingga Pemkot Sungai Penuh, bisa membangun TPA-Sampah yang aman, nyaman, memberikan azasmanfaat pada masyarakat kota.

Dan Pemkot Sungai Penuh, bisa bekerja nyaman menata kota kedepannya. Sebagaimana Visi dan Misi, Ahmadi Zubir & Alvia Santoni, dari kampanye tempo hari sampai dilantik menjadi orang nomor satu di Kota Sungai Penuh. Pemkot Sungai Penuh, harus bekerja ekstra keras dan keluar biaya yang cukup untuk mengatasi masalah sampah.

Walikota, bersama Sekda perlu mengevaluasi kinerja internal Dinas Lingkungan Hidup, sehingga diketahui kendala dan hambatannya detail. Dan langkah strategis apa yang harus diambil walikota, cepat dan tepat.

Solusinya harus dirapatkan dalam pertemuan umum antara Pemkot Sungai Penuh dengan masyarakatnya, melalaui perwakilan masing-masing, dirumah rakyat DPRD Kota Sungai Penuh. Dengan mengundang Tokoh masyarakat Adat, Cendikiawan, Cerdik Pandai, Agama, Mahasiswa mewakili Kampusnya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Penggiat Media, Pemuda, sampai pada tingkat (kalangan) tertentu.

Dan minta pendapat mereka, mana yang terbaik untuk mengatasi Sampah di Kota Sungai Penuh, yang setiap harinya meningkat terus, dari kegiatan kehidupan masyrkat sehari-harinya.

Sumbernya, dari kegiatan perdagangan (transaksi), pertokoan, kantor, bangunan, industry rumah tangga, (rumah tangga), limbah pabrik, (kalau sudah ada pabrik), limbah Rumah Sakit, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Pustu.

Kegiatan pendidikkan dari tingkat dasar, sampai perguruan tinggi, semua memproduksi sampah. Termasuk anak-anak bermain-main dihalaman rumah dan para perokok itu sumber mencetak sampah, tinggal kadarnya kecil, sedang atau besar. Selain kegiatan manusia (Warga kota), bencana gempa bumi, longsor dan banjir semuanya mendatangkan sampah.

Maka kata kuncinya hanya kesadaran bersama untuk mengatasi sampah, sesuai tingkat kemampuan dan profesi masing-masing sebagai warga kota. Dan tidak bisa lagi saling menyalahkan.

Dan Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh, Ahmadi Zubir dan Alvia Santoni, harus berlapang dada menerima masukkan, saran, pendapat, dan kritik pedas sekalipun demi kepentingan bersama, agar terhindar dari ancaman Sampah yang terus membubung tinggi produksinya dari hari kehari.

Masyarakat Kota Sungai Penuh, tidak boleh bertindak liar membuang sampah, bukan pada tempatnya. Dan tidak boleh bertindak arogan, masa bodoh membebankan 100% tanggungjawab sampah pada Pemkot Sungai Penuh. Sedangkan sumbernya dari masyarakat kota itu sendiri.

Segeralah, duduk satu meja membahas/ mengkaji jalan keluar terbaik, sampai dibangunnya TPA-SAMPAH, yang layak untuk jangka panjang bagi kepentingan pembuangan sampah masyarakat kota, sekaligus mengembangkan daur ulang (industry) untuk dijual (dimanfaatkan) kembali menghasilkan uang bagi masyarakat. (***)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org