PU Lebong Belum Buktikan Faktur CV. RTS, Diduga Gunakan Material Ilegal ‘Tak Tersentuh Hukum’ ?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

LEBONG, BEO.CO.ID – Diduga masih rendahnya peranan pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-P) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, melakukan pengawasan dan fungsi kontrol terhadap pembangunan peningkatan jalan Ketenong II – Sebelat Ulu yang sempat ramai di pemberitaan.

Mengaspalan jalan Ketenong II – Sebelat Ulu oleh CV. RTS pada saat cuaca hujan, 9 November 2022 tanpa ada pengawasan dari pihak PUPR Lebong. Dok Beo.co.id/Lebong

Dikutip kembali di pemberitaan sebelumnya, Plt Kepala dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, Joni Prawinata SE. MM, melalui Kabid (Kepala Bidang) Bina Marga, Haris Santoso, ST saat dihubungi diruang kerjanya mengatakan, akan menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya, baik secara tertulis maupun secara lisan sudah dilakukan upaya membentuk tim pengawasan, terkait material dilapangan, untuk segera turun kelapangan (Cros chek-red).

“Sudah beberapa sumber material yang kita Cros chek dilapangan, kita sudah melihat, Cros chek kondisi lapangan. Kalau memang meragukan, kita akan minta Invoice (faktur atau tagihan) atau nota belanja,” ujar Haris Santoso, ST, yang akrab dipanggil Toso, Senin (18/7/22) pada awak media ini.

Guna memastikan tidak menggunakan material illegal dalam pembangunan peningkatan Jalan Ketenong II – Sebelat Ulu. Lanjut Toso mengatakan akan meminta nota belanja material kepada pihak perusahaan, benar atau tidak membelian material ditempat yang resmi.

BACA JUGA :  Atlit Muda Taekwondo Asal Uram Jaya, Aura Siap Bertarung di Seluma

“Apa bila mereka tidak bisa menunjukan, kita minta material diganti, mungkin itu,” katanya singkat, sembari meninggalkan awak media ini menuju keruang Plt (Pelaksana Tugas –Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (Kadis PUPRhub).

Kondisi cuaca hujan, 9 November 2022. Dok Beo.co.id/Lebong

Tidak berhenti sampai disitu awak media ini kembali berupaya meminta keterangan klarifikasi, hasil pantauan lapangan serta hasil pengawasan (cros chek) Dinas PUPR-P Lebong sesuai dengan statement sebelumnya saat di konfirmasi beberapa waktu lalu.

Ketika dijumpai 23 Agustus 2022 di ruang kerjanya, Toso enggan memberi keterangan secara rinci dan apa lagi ingin memberikan bukti fisik Invoice (faktur atau tagihan) atau pun tertulis (berita acara) dan bentuk fisiknya yang di rencanakan telah di cek oleh Dinas PUPR-P Lebong bidang Bina Marga (BM) sampai saat ini media ini belum menerima laporan tersebut.

Media ini kembali menemui jalan buntu saat dimintai tanggapan dan respon, Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu. Alexander, SE belum dapat memberi tanggapan serta keterangan lebih jauh, terkait pembangunan peningkatan jalan Ketenong II – Sebelat Ulu di laksanakan oleh CV. RTS yang diduga menggunakan material ilegal, (10/10/22) lampau.

BACA JUGA :  Suara Caleg PBB Dapil 1 di Lebong Bergeser, Ini Klarifikasi Ketua KPPS

Tidak jauh berbeda, saat media ini kembali ingin meminta tanggapan serta komentar Bupati Lebong, Kopli Ansori diruang kerjanya belum berhasil ditemui, dengan alasan banyak tamu ungkap Satpam (penjaga). Dan cerita yang sama juga dikediaman rumah dinas (Rumdis) orang nomor satu di bumi Swarang Patang Stumang belum dapat direspon belum dapat dikonfirmasikan.

“Bapak baru pulang dari Jakarta dengan kondisi fisik sedang tidak baik, ini ada 6 tamu lagi masih menunggu,” bincang ajudan bupati bernama “Bayu” kepada media ini beberapa waktu lalu. (Sbong Keme/ Eluban Rna Intan-+)

Baca Juga :

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Headlines

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Latest Posts

https://situs-toto.togel.togetherband.org