spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Puluhan Mahasiswa PMII, Desak Bupati Kerinci Bedah Visi dan Misinya Yang Diduga Gagal?

KERINCI, BEO.CO.ID – Hanya dalam hitungan angka tergolong kecil, hanya puluhan orang Mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia, Kabupaten Kerinci, Jambi demo damai menyampaikan aspirasi ke DPRD Kerinci di Desa Ujung Ladang, Kamis (22/09/2022) mereka mendesak Bupati Kerinci Adirozal, membahas Visi dan Visi Kerinci Lebih Baik Berkeadilan, kenyataan dilapangan ‘’gagal’’ membangun Kerinci. Mana yang lebih baik (berhasil), mana yang berkeadilan, tak jelas ?

Akses jalan Lubuk Tabun cukup parah dengan kondisi tanah becampur lumpur. Dok/rls

BACA JUGA :  "Bak Terkubur Di Lubuk Tabun, Dua Periode Bupati Adirozal, Jadi Penonton yang baik?"

Mereka menilai hasil visi dan misi dalam membangun Kerinci Lebih Baik Berkeadilan (KLB Berkeadilan), tidak sesuai dengan yang disampaikan Adirozal-Ami Taher (Adzan) 2018 4 tahun silam, hanya service pencitraan untuk memenangkan Pilkada Kerinci saat itu.

Selain soal Visi dan Misi Bupati Kerinci yang gagal, mereka juga menilai DPRD Kerinci, bekerja tidak maksimal menjalankan amanah rakyat Kerinci, untuk hidup lebih sejahtera dan meningkat baik penghasilan perkapita, maupun dukungan pembangunan secara fisik (infrastruktur) dilapangan.

Kondisi jalan Kabupaten Kerinci di wilayah Kecamatan Gunung Kerinci. Dok BEO.CO.ID / KERINCI

BACA JUGA :  Jalan Baru Tanjung Genting, Longsor ‘’Dikerjakan Asal Jadi?’’

Tak heran sejumlah Link jalan kabupaten masih sangat banyak ditemukan sampai tahun anggaran 2022, bak danau-danau Kecil, ada yang menyebutnya bak kubangan Kerbau.

Para Mahasiswa dari PMII, juga menilai DPRD Kerinci tidak bekerja sesuai Tugan dan Fungsi (Tufuksi) dalam melakukan pengawasan. Kata Ketua PMII Kerinci, Kiki Saputra Kimiawan.

Kondisi jalan di Kecamatan Gunung Kerinci kian hari tambah parah. Dok BEO.CO.ID/KERINCI

BACA JUGA :  Volume Fisik Jalan Tanjung Genting Dipertanyakan?

Mereka meminta Bupati dan DPRD Kerinci duduk bersama membahas visi dan misinya yang dinilai tidak berhasil, alias ‘’gagal’’.

Mereka gagal bertemu Bupati Kerinci, karena berada diluar Kerinci (saat ini), dan hanya bertemu anggota DPRD Kerinci, yang diperkirakan memang belum mampu mempasilitasi pertemuan yang diminta tersebut oleh PMII Kerinci.

Kiki Saputra Kimiawan, menegaskan kalau tidak bisa bertemu dan duduk satu meja membahas visi dan misi Bupati Adirozal, mereka akan demo kembali dengan masa yang lebih besar?.

Mengamati desakkan PMII Kerinci, terhadap Bupati Adirozal membedah visi dan misinya cukup baik artinya kepentingan untuk masyarakat Kerinci. Namun, disayangkan dua ratusan ribu penduduk Kerinci dan ribuan mahasiswanya, yang peduli hanya hitungan jari (puluhan orang) dari PMII Kerinci.

BACA JUGA :  Arwyanto : "Tekan Eksekutif," Tuntaskan Pembangunan Bukit Tengah

Ini jauh dari harapan, karena sudah puluhan kali demo dilakukan akrivis kampus, ormas dan OKP, nyaris tidak satupun yang direalisasikan oleh Bupati Kerinci DR Adirozal, MSi, itu.

Namun dengan semangat kebersamaan, walaupun PMII demo hanya puluhan orang, kita dukung apresiasi akan tekad baik, untuk perbaikan pembangunan Kerinci kedepan. Hidup,…PMII !!!

Dari data yang dihimpun redaksi media BEO.co.id, pembangunan infrastruktur dimasa dua periode menjabat Bupati Kerinci, sejak 2014 silam sampai 2024 yang akan datang, kini tersisa satu setengah tahun dan dipercepat oleh pemerintah RI, bagi Bupati Kepala/ Daerah/ Walikota dan Gubernur yang pilkadanya berlangsung 2018 silam, termasuk Kerinci, tak mungkin Adirozal-Ami Taher akan mampu merealisasikan 10 program unggulannya?.

Maka kedepan menuju Pilkada serentak 2024 mendatang, masyarakat Kerinci harus sadar dengan janji politik yang manis-manis, dari para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kerinci.

Dan kini hasil pembangunan Kerinci dua periode ‘’Bupati terbaik Adirozal’’ dengan setumpuk penghargaan dan delapan kali berturut-turut meraih penghargaan WTP, dalam penggunaan uang rakyat Kerinci (APBD), hasilnya kita rasakan bersama (masyarakat) Kerinci, saat ini.

BACA JUGA :  SEKDIS PERTANIAN KERINCI, ANCAM & HAMBAT TUGAS WARTAWAN BISA DIPIDANA

Kita harus sadar, masyarakat turut membangun demokrasi yang tangguh dan sehat. Dan sebalik menghancurkannya, karena dalam Pilkada serentak sudah bukan rahasia umum lagi ditanah air kita ini, termasuk ‘’masyarakat Kerinci’’ mayoritas memilih yang banyak uangnya (banyak Kipengnyo) dalam Bahasa Kerinci.

Kalau di pulau jawa dengan sebutan, ‘’banipiro’’ jika pejabat terpilih jadi pemimpin (Bupati/ Kepala Daerah), berbuat dan berlaku tidak konsisten dengan janjinya, kesalahan ada dari tangan kita (masyarakat) Kerinci yang memilihnya.

Namun, demikian kita kita merasa tidak adil kalau diberlakukan, ‘’semena-mena’’ karena uang pembangunan daerah Kerinci berasal dari uang rakyat, dari pungutan ‘’pajak bumi dan bangunan, retribusi, perizinan, pajak kendaraan, pajak/ retribusi dari pertambangan, bebatuan (galian C), Logam dan non logam dan sejumlah sumber lainnya yang ada didaerah Kerinci.

Dan ditambah lagi pengucuran dana dari Keuangan Negara dana alokasi khusus (DAK) APBN dan dana dari Pemerintah daerah Propinsi Jambi, pertanyaan kenapa begitu sulit meningkatkan kesejahteraan rakyat Kerinci?

Jawabannya: Selagi praktik ‘’kkn’’ (kolusi, korupsi dan nepotisme terus berkembang biak, tak mungkin suatu daerah akan sejahtera?

Dan kedepannya, agar tidak sekedar retorika belaka, memilih pemimpin (bupati/ kepala daerah), janganlah memilih karena banyak uangnya, perlu dilihat latar belakangnya, kemampuan bekerja, kejujuran dan bekerja/ berfikirnya untuk rakyat. Bukan batas teori dan banyak uangnya? Karena biaya Pilkada secara rinci per-pasangan calon kita tidak mengetahuinya?

Tapi, secara umum menghabiskan dana ada yang sampai diatas Rp50 Miliar, tergantung jumlah penduduk suatu daerah/ kabupaten dan kota dan ada yang berada sekitar Rp20 Miliar sampai Rp30 Miliar, apakah uang yang dihabiskan para balon/ calon, tidak akan dikembalikannya? Tak mungkin, semuanya mau untung, bukan bunting.

BACA JUGA :  Endi LSM Tamperak : Husnan Ngamuk, Saya Terkejut

Jika tidak mau dikembalikan, lebih baik bersedekah pada kaum miskin, orang lanjut usia, yatim piatu, orang cacat dari lahir, menyelamatkan orang-orang gila dan stress, memberikan bantuan kemahasiswa miskin dan beprestasi.

Dan tindakkan politik kotor, harus dijawab dengan politik. Sangat disayangkan, kalau yang demo hanya puluhan orang saja, apakah dua ratausan ribu orang lebih/ jiwa penduduk Kabupaten Kerinci, merasa tidak bertanggungjawab terhadap kemajuan pembangunan di segala sector, pembangunan Kerinci?

Dari catatan Wartawan media ini, kita tetap dukung dan bangga gerakkan PMII Kerinci itu. Dalam menyampaikan pendapat melalui demo damai, dan jangan sekali-kali dengan kekerasan dan merusak pasilitas umum.

Dan fasilitas yang kita miliki, belum cukup untuk mensejahterakan masyarakat Kerinci. Dan harus ditambah diperjuangkan pemimpin (bupati Kerinci) kedepannya.

Bangun dan bangkitlah rakyat Kerinci untuk membangun negeri, yang sama kita cintai ini. Katakanlah dan realisasikan yang benar itu tetap benar, sekalipun pahit. Ingatlah, kita harus dulu sebelum mencari kebenaran itu?. (***07)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Get in Touch

22,764FansSuka
3,504PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts