28.9 C
Jakarta
Selasa, Mei 11, 2021
spot_img

Latest Posts

Faisal, Tegaskan KKN Harus Dihentikan Untuk Membangun Rejang Lebong Hebat

Catatan Yang Terabaikan, Gafar Uyub Depati Intan

Calon Bupati Kabupaten Rejang Lebong, Prov. Bengkulu Dr. Muhammad Faisal Manaf, SE.MM. MCDO, akrab dipanggil Faisal ini. Yang berpasangan Fatrolazi, SE mengejutkan sekitar lebih kurang 150 orang hadirin warga masyarakat Kelurahan Kampung Jawa, Kota Curup dalam pertemuan tatap muka dirumah Murani Minggu malam Senin, (15/11) lalu.

Dalam pemaparan visi dan misinya Faisal untuk membangun Rejang Lebong Hebat, bersama Cawabup Fatrol, jika dipercaya masyarakat sebagai pemenang Pilkada Rejang Lebong, 9 Desember 2020 dalam pilkada serentak tahun ini.

Selain memperkenalkan diri secara detail tentang identitasnya, jangan sampai masyarakat dalam melakukan pilihannya nanti ragu-ragu dan bimbang, bak membeli “kucing dalam karung” jadi semua harus jelas ujarnya.

Dan saya tidak akan pernah memaksa masyarakat untuk memilih pasangan kami Faisal-Fatrol, No. 1, maka saya sebagai Calon bupati membangun keterbukaan dengan masyarakat Rejang Lebong, khususnya Kampug Jawa dan sekitarnya.

Masyarakat dalam memilih pemimpin, “jangan salah pilih” maka saya bercerita dan menjelaskan apa adanya. Saya, sebagai orang Rejang Lebong, dalam berkarier di TNI AL sudah berpangkat jenderal, tapi ini bukan untuk dibanggakan, mohon maaf ya.

Dan pengabdian kepada bangsa dan Negara sudah berjalan lebih 30 tahun dalam dan luar negeri. Dan saya telah memimpin sebagai Direktur di Kementerian Perhubungan, berarti mengurusi yang lebih besar kepentingan bangsa dan Negara (seluruh provinsi).

Namun, dari pengalaman saya bertugas membangun kepentingan yang lebih besar, hati dan bathin terefikir kapan saya bisa mengabdikan diri untuk membangun Rejang Lebong, tempat kelahiran saya kata putra Alm Kolonel Manaf, ini.

Sejak tahun 2016 silam saya secara diam-diam sudah sering pulang ke Rejang Lebong dengan membawa puluhan dokter dan membantu masyarakat berobat untuk operasi Katarak, ujarnya. Dan saya melihat langsung kondisi riil kemajuan pembangunan Rejang Lebong (tanah kelahiran) sendiri.

Ternyata masih sangat tertinggal jika dibandingkan dengan tetangga kita Kota Lubuk Linggau dan Musi Rawas, apa lagi dengan daerah lainnya yang pencapaian pembangunannya lebih baik lagi. Maka saya berfikir jauh kedepan, bagaimana generasi kita, anak, cucup dan seterusnya jika pembangunan Rejang Lebong, hanya bergerak ditempat.

Artinya, bupati/ kepala daerah hanya membelanjakan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang ada dan tidak bertambah dari sumber-sumber lainnya. Jika pasangan kami dipercaya memimpin Rejang Lebong lima tahun kedepan, maka kami akan mencari dana tambahan yang besar untuk mengubah dan meningkatkan pembangunan Rejang Lebong disegala sector kepentingan masyarakatnya.

Dengan anggaran yang ada tentu tidak cukup, apa lagi terjadi praktik KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme), Rejang Lebong tidak akan pernah berhasil jika praktik KKN berjalan terus,…?

Lalu disambut gemuruh masyarakat yang hadir, mereka merikan kami pilih nomor satu. Nomor satu Oke, yes-yes-yes. Faisal menegaskan, jika terpilih menjadi Bupati Rejang Lebong 2021 – 2026, KKN harus dikikis habis, untuk membangun pemerintahan yang bersih harus dimulai dari pemimpinnya Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan seterusnya.

Jadi jika pasangan kami terpilih (dipercaya rakyat), untuk melaksanakan pembangunan Rejang Lebong Hebat, mampu memberikan azasmanfaat bagi masyarakat maka, “saya bersama keluarga harus bersih dulu” Wakil bupati juga harus bersih. Karena kita ingin membangun Rejang Lebong Hebat, untuk masyarakat daerah ini, paparnya.

Dan mengenai kompetenti dan jabatan para pejabat daerah, akan kita lakukan sistem lelang, silakan daftarkan diri masing-masing sesuai pangkat dan golongan yang terbaik itulah yang kita pakai jelasnya.

Dan para pejabat atau ASN Pemda Rejang Lebong, yang tidak memilih pasangan kami (tidak simpati) pada Faisal-Fatrol, jangan takut dan ragu-ragu, kami tidak akan membangun politik balas dendam, untuk jabatan silakan ikuti kompetensi menggunakan sistem lelang. Dan tidak akan pernah ada jual beli jabatan, jika saya bersama Fatrol yang terpilih. Ini, janji saya pada masyarakat dan pada tuhan, sambungnya.

Membangun Rejang Lebong, bupati dan wakil bupati tidak bisa berdiri sendiri (membangun) dengan cara-cara sendiri, harus terencana dengan baik, dikerjakan dengan penuh rasa tanggungjawab, dan diawasi secara professional, guna menjawab kepentingan masyarakat Rejang Lebong, bukan kepentingan siapa-siapa.

Dari; Tim Catatan Yang Terabaikan BidikelangOposisi, diperoleh penjelasan dan harapan dari masyarakat Rejang Lebong, praktik KKN selama ini sangat menyakitkan masyarakat, dan yang sangat diuntung para oknum keluarga pejabat tertentu, para kolehanya, para kontraktor yang mengerti “pembayaran fee” secara diam-diam, dan mereka setiap tahun anggaran mendapat jatah pekerjaan.

Dan kompetensi sehat dan pelelangan tidak berjalan sebagaimana mestinya, independen dan profesional. Bagi rekanan yang tidak mampu membaca dan membayar, “fee” ada yang bertahun-tahun tidak mendapat pekerjaan.

Dampak lainnya dari KKN, (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme),  penempatan para pejabat, dan rekrutmen tenaga honorer dan pemecatannya kental karena kolusi bukan prestasi kerja yang baik. Masyarakat minta pasangan Faisal-Fatrol, bila dipercaya masyarakat dan memenangkan Pilkada Rejang Lebong tahun ini, agar mengikis habis praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).

Dan kesempatan pengembangan karier para ASN (Aparatur Sipil Negara), di Pemda Rejang Lebong, hanya melalui kjompetensi yang sehat, jujur dan professional, ini sudah menjadi tekad pasangan Faisal-Fatrol.

Dari data dan keterangan dihimpun Tim Catatan Yang Terababaikan Beo.Co.Id , Gegeronline dan Ramaonline Group, selama 20 tahun terakhir atau dua dekade terdapat sejumlah kasus praktik “KKN” namun luputan dari sentuhan Hukum? Jika masih boleh meminjam istilah “Hukum masih tajam kebawah dan tumpul keatas” setidak itu bagian dari fakta yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong. (Baca catatan kami sebelumnya, Rejang Lebong surge bagi koruptor).

Baik dugaan korupsi, Rekrutmen tenaga honor dan pemecatannya serta kasus bagi-bagi “kue pembangunan” seolah lenyap ditelan waktu. Namun, kita tak boleh pesimistis, masih melemahnya penegakkan Hukum di Kabupaten Rejang Lebong yang kita cintai ini?

Kita masih punya putra-putra terbaik bangsa, yang memiliki komitmen dan kejujuran dalam penegakkan supremasi Hukum di bumi “patpetulai” ini, dan akan datang waktunya, karena Rejang Lebong “tercatat secara nasional penegakkan Hukumnya masih lemah, khusus pemberantasan korupsi, yang melibatkan pejabat penting dan mantan pejabat daerah ini.

Kemanapun Ia akan lari akan dikejar dan kekayaannya akan terus ditelusuri baik yang secara fisik nyata ada di Rejang Lebong, maupun diluar daerah ataupun yang disimpan disejumlah bank-bank dalam dan luar negeri.

Maka pasangan Faisal-Fatrol, berjanji pada masyarakat bila terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, akan melakukan pembersihan dalam sistem pemerintahan, dan menegakkan sistem Hukum bebas Korupsi, bermartabat dan terpercaya.

Dan dengan dukungan pemerintahan yang efektif dan terpercaya. Kini tinggal komitmen masyarakat Rejang Lebong, mau pilih pasangan calon (paslon) yang mana? (***/Tim)

Latest Posts

Don't Miss