spot_imgspot_img

PPTK Bekerja Untuk Masyarakat, Bukan Untuk Kontraktor ?

Catatan Kenangan: Marhaen Jurnalis Be.co.id

Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK) atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah jabatan temporer, bersifat teknis dan menentukan mundur majunya pencapaian fisik kegiatan pelaksanaan pekerjaan dilapangan, setiap tahun anggaran, termasuk boleh tidaknya dana kontrak dicairkan 100 % adalah tanggungjawab PPTK dan PPK, cairnya dana 100% atas kemajuan fisik yang dicapai juga harus 100%, secara fisik dilapangan, bukan diatas kertas kerja?.

Harap dimaklumi, cairnya dana kegiatan 100 % adalah atas laporan PPTK dan PPK secara fisik, sesuai emsy (Mcy) yang dicapai (pencapaian fisik), berdasarkan laporan dari PPTK dan atau PPK, yang menjadi lampiran tagihan yang diusulkan oleh pihak kontraktor (perusahaan) yang menanda tangani kontrak kerja. Pada saat akan termin, atau pencairan dana kontrak lanjutan diluar uang muka.

Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kabupaten Kerinci atau dinas lainnya tidak bertanggungjawab secara langsung terhadap pelaksanaan teknis pekerjaan, karena sudah ada pejabat teknis yang bertanggungjawab PPTK dan atau PPK.

Lampiran pencapaian fisik pekerjaan ditanda tangani oleh PPTK dan atau PPK, tergantung besar kecilnya nilai pekerjaan. Pada umumnya untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) sumber APBN ditangani PPK dan untuk Dana Alokasi Umum (DAU) sumber APBD ditangani PPTK.

Kedua jabatan itu seperti dijelaskan diatas “sangat strategis” dan menentukan kemajuan fisik secara teknis, yang harus dipertanggungjawabkan oleh PPTK dan PPK bukan kepala dinas.

Karena masa jabatan PPTK dan PPK, disebutkan temporer terbatas tiga bulan, enam bulan termasuk dalam masa pemeliharaannya, apakah kegiatan tersebut teknis dan atau semi teknis. Diatas PPTK dan PPK ada Kepala Bidanng (Kabid).

Kabid, bertanggungjawab atas semua kegiatan proyek fisik dan non fisik yang ada dibawah (jajarannya), bukan langsung kadis. Terkecuali jabatan Kabid sedang kosong?. Dan dirangkap kepala dinas.

 Untuk pekerjaan jalan secara umum dibawah Bidang Bina Marga (BM), terkecuali jalan lingkungan di Bidang Cipta Karya.

 Jabatan PPTK dan PPK, kendati singkat (temporer), terbatas sebagaimana dijelaskan diatas tadi. Untuk mendapatkan jabatan itu, tidak mudah ini diukur dari kemampuan teknis dibidangnya masing-masing, dan jabatan tersebut sudah melalui pendidikkan secara teknis ke PU-an di Kementerian PU RI, melalui Dirjennya masing-masing.

Dengan kata lain orang yang ditunjuk sebagai PPTK dan PPK ilmunya secara teknis sesuai bidangnya, tak perlu lagi diragukan kemampuannya, persoalan diterapkan secara benar atau tidak?

Kita ambil contoh pengerjaan jalan Link Desa Siulak Kecil Hilir ke Padang Jantung, dengan panjang 559 meter berbiaya Rp. 404.540.000,- dikerjakan 4 (empat) hari oleh Kontraktor CV. GELORA BANGUN UTAMA, secara logika bagi masyarakat awam “tidak masuk akal” hanya empat hari membelanjakan dana hampir setengah miliar rupiah itu.

Tapi secara teknis bisa terjadi, karena kemampuan perusahaan yang memiliki peralatan lengkap, dilaksanakan pengaspalannya secara benar dan diawasi oleh pengawas yang berkompeten dan memiliki ilmu kepengasawan di Bidang Jalan (Bina Marga), dan dibenarkan oleh PPTK, Yalpani, ST. MT, (Master Teknik) di bidangnya, Bina Marga.

PPTK, yang menguasai teknis itu, prinsip bekerja untuk masyarakat bukan untuk kontraktor. Karena tujuan akhir dari pembangunan itu sendiri mampu memberikan azas manfaat bagi masyarakat luas, sebagai tujuan akhir pembangunan. Sekaligus mendukung program Bupati Kerinci dibidang Infrastruktur (Jalan).

Apa lagi Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, Adirozal-Ami Taher menjanjikan pembangunan Kerinci selama lima tahun 2019-2024 “KERINCI LEBIH BAIK BERKEADILAN” sangat populer dengan sebutan, KLB BERKEADILAN.

Kerinci lebih baik, berarti terjaminnya pelaksanaan fisik secara teknis, sehingga rencana umur bangunan bisa bertahan lima tahun. Dan sekaligus, jika fisik pengaspalan jalan Siulak Kecil Hilir-Padang Jantung bertahan lima tahun berarti KLB Berkeadilan, sangat mendukung pembangunan Kerinci Lebih Baik.

Hasil pengerjaan fisik yang dilakukan CV. GELORA BANGUN UTAMA itu, sudah dinyatakan selesai dan kontraktor telah bekerja sesuai teknis dan baik, keterangan PPTK Yalpani ST.MT, ternyata belakangan ini Ia memerintahkan pihak Kontraktor mengerjakan ulang (menyirami) kembali dengan pengaspalan baru, logikanya ada yang kurang?.

Hasil pengerjaan empat hari oleh CV GELORA BANGUN UTAMA, banyak yang “cekung dan cembung) alias tinggi rendah, bagi masyarakat awan teknis, ketipisan penghamparan aspal. Benarkah…..terlepan dari benar tidaknya hanya orang teknis yang tahu. Tapi, diperbaiki kembali dengan pengaspalan ulang, (penyiraman) kembali dengan aspal dan pasir guna menutupi, “cekung-cekung” itu.

Jurnalist Bidik07ElangOposisi bersama LSM PKLH, Sandra Boy, turun ke lokasi, 19 September 2021, Delapan hari lalu, sebagian cekung-dan cembung masih ada yang cekung. Dan diakui “Pak Eng, 40 tahun salah satu warga setempat” mengatakan memang ada penyiram Pasir dan Aspal kembali sebelum tanggal 19 – 09 – 2021, ujarnya.

Dijelaskan Pak Eng, bahwa Kontraktor memang bekerja ulang dan menaburkan banyak Pasir, dan tidak aspal ungkapnya polos. Anehnya, kondisi riil secara fisik masih seperti yang lama, tandasnya.

Yang menonjol tinggi rendahnya jalan tersebut di Depan Bengkel RT 4, karena kondisinya sekarang bergelombang Nampak jelas antara pekerjaan jalan yang lama dengan yang baru, terputus-putus tidak merata, ujarnya.

Ditempat terpisah salah satu warga RT 4, yang minta namanya dilindungi, (UU No.40 tahun 1999 tentang Pers). Sumber itu mengatakan jalan ini diperbaiki dengan penyiraman Pasir lima hari yang lalu. Namun, kondisinya silakan lihat sendiri dilapangan.

Bekerja harus sesuai petunjuk teknis:  Kepala Bidang Bina Marga, Vidra, ST, dalamperbincangannya dengan awakmedia ini disamping Kantor Dinas PUPR Kerinci di Bukit Tengah, (Warung Kopi) menjelaskan, “seharusnya kontraktor/ rekanan yang mendapat pekerjaan bekerja mengikuti petunjuk teknis dalam kontrak dan tidak menyimpang, ujarnya ramah.

Kita minta lanjut Vidra, kekurangan secara fisik dan teknis diperbaiki ulang dilapangan. Vidra, beralasan untuk diketahui proyek kami di Dinas PUPR Kerinci menempatkan 2 s/d 6 orang pengawas dilapangan.

Jadi tidak ada masalah, hanya saja kendala dalam bekerja ditengah Pandemi selalu terjadi pengurangan dana dan volume. Nah, apa iya…? Menurutnya Jalan Link Siulak Kecil Hilir-Padang Jantung, pekerjaan Lapisan Aspal Penetrasi (Lapen) bukan Hotmix, katanya pada Wartawan media ini. Dan diakui sebagai Kabid BM, Ia memang belum turun kelapangan, melihat secara langsung.

Yalpani, ST. MT, sebagai orang teknis mengakui pada Wartawan, “tidak menghitung seberapa banyak material aspal yang dibutuhkan pada Link tersebut. Salah satu sumber kompeten dari kalangan teknis di PUPR Kerinci, mengatakan diduga perencanaan jalan itu tidak matang dalam perencanaan awal.

Ditegaskan sumber dasar jalan itu sudah Lapen, masa dikerjakan sekarang dengan Lapen-dan Lapen lagi, lebih baik langsung ke aspal hotmix, ujar sumber seraya minta namanya dilindungi.

Yang kita kejar azasmanfaatnya, bukan besarnya volume kegiatan, karena jalan itu sebelumnya sudah Lapen. Boleh saja volumenya kecil, mutu dan kualitas harus dijaga paparnya.

Lanjut sumber menjelaskan panjang jalan 559 meter, Siulak Kecil Hilir-Padang Jantung dengan dana Rp.404.630,000,- dengan pekerjaan Lapisan Penetrasi ketebalan 7 CM,  ini diduga keras tidak jelas perencanaan awalnya, tutupnya.

(+_)

 

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansSuka
2,995PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts